Demonstrasi Tak Kunjung Padam, PM Irak Umumkan Pengunduran Diri

Jum'at, 29 November 2019 - 22:58 WIB
Demonstrasi Tak Kunjung...
Demonstrasi Tak Kunjung Padam, PM Irak Umumkan Pengunduran Diri
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi, mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (29/11/2019). Keputusan itu diambil sehari setelah lebih dari 40 orang tewas oleh pasukan keamanan dan mengikuti seruan ulama Syiah Irak untuk anggota parlemen agar menarik dukungan untuk Mahdi.

Dalam sebuah pernyataan, Abdul Mahdi mengatakan ia mendengarkan dengan seksama khotbah Ayatollah Ali al-Shistani dan membuat keputusan sebagai tanggapan atas seruannya serta untuk memfasilitasi dan mempercepat pemenuhan seruan itu sesegera mungkin.

"Saya akan mengajukan memorandum resmi pengunduran diri dari perdana menteri saat ini sehingga parlemen dapat meninjau kembali pilihannya," kata Abdul Mahdi seperti dilansir dari Time.

Abdul Mahdi diangkat menjadi perdana menteri lebih dari setahun lalu sebagai kandidat dari konsensus antar blok politik.

Sebelumnya, al-Shistani menyerukan kepada parlemen Irak harus mempertimbangkan kembali terhadap pilihannya. Seruan itu dilontarkannya saat khotbah Jumat yang disampaikan di kota suci Najaf.

"Kami menyerukan kepada Dewan Perwakilan dari mana pemerintah saat ini muncul untuk mempertimbangkan kembali pilihannya dalam hal itu," kata al-Shistani dalam pernyataan itu, sebuah tanda yang jelas bahwa ia menarik dukungannya untuk perdana menteri.

Langkah yang diambil Adel Abdul-Mahdi memicu perayaan oleh demonstran anti-pemerintah yang telah berkemah di Lapangan Tahrir Baghdad selama hampir dua bulan. Pria dan wanita muda melantunkan nyanyian dan tarian ketika berita tentang pengunduran dirinya terdengar di alun-alun terbesar Ibu Kota.

Meski begitu belum diketahui dengan pasti apakah pengunduran diri Abdul Mahdi akan menenangkan para pengunjuk rasa, yang sekarang menyerukan penghapusan seluruh kelas politik yang telah memerintah Irak sejak jatuhnya Saddam Hussein pada 2003.

Hampir 400 orang tewas dalam penumpasan berdarah atas aksi protes sejak 1 Oktober. Kebanyakan dari mereka adalah demonstran muda yang ditembak mati atau terbunuh oleh ledakan tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan keamanan.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
44 menit yang lalu
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
1 jam yang lalu
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
3 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
3 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
4 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved