Capres AS Michael Bloomberg Janji Akan Menolak Donasi Politik

Selasa, 26 November 2019 - 08:34 WIB
Capres AS Michael Bloomberg...
Capres AS Michael Bloomberg Janji Akan Menolak Donasi Politik
A A A
WASHINGTON - Michael Bloomberg, miliarder media dan mantan wali kota New York, resmi mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat (AS) melalui Partai Demokrat, berjanji tidak akan menerima donasi partai politik. Dia juga tidak akan meneirma gaji presiden jika memenangkan pemilu pada tahun depan.

“Dia (Bloomberg) tidak akan pernah mengambil kontribusi politik dalam kehidupannya,” kata kepala penasihat Bloomberg, Howard Wolfson. “Dia tidak akan memulai. Dia tidak akan dibeli,” ujarnya. Jika Bloomberg menolak donasi, dia tidak berpartisipasi dalam debat resmi Partai Demokrat. Komite Nasional Demokrat mengharuskan kandidat untuk menjelaskan donasi yang diperolehnya.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump juga menolak gaji sebesar USD400.00 dan mendonasikan kepada Taman Nasional dan Departemen Pendidikan. Selain itu, Herbert Hoover dan John F Kennedy juga tidak menerima gaji. Bloomberg mengumumkan secara resmi maju sebagai capres pada Sabtu lalu (23/11) lalu. Dia merupakan orang terkaya di New York dan orang terkaya kedelapan di AS dengan nilai kekayaan USD52,4 miliar.

The New York Times melaporkan Bloomberg menghabiskan USD30 juta untuk iklan televisi pada akhir pekan lalu. Itu merupakan biaya yang dihabiskan seluruh kandidat capres Demokrat sepanjang tahun ini. Iklan selama 60 detik diperkirakan akan terus diputar di 29 negara bagian AS.

“Saya maju sebagai presiden untuk mengalahkan Donald Trump dan membangun kembali Amerika,” kata Bloomberg, 77, mantan anggota Partai Republik. “Kita tidak akan membiarkan Trump berkuasa selama empat tahun lagi dengan tindakannya yang tak beretika,” paparnya dilansir Reuters.

Bloomberg sudah mendapatkan dukungan dari aliansi di Partai Demokrat dan kalangan pendukung perubahan iklim. Dia juga telah menggaet pendukung kelompok yang mendukung pengetatan aturan kepemilikan senjata. Maklum, dia sudah menggelontorkan jutaan dolar untuk mendorong undang-undang pembatasan kepemilikan senjata.

Selama Bloomberg berkuasa menjadi wali kota New York sejak 2002-2013, Trump masih menjadi pengembang properti. “Saya tahu kalau saya pernah mengalahkan Trump, karena saya sudah pernah melakukannya. Dan saya akan melakukannya lagi,” katanya. Dia mengungkapkan kesuksesannya bisnisnya dari keringat dan berangkat dari keramahan.

“Saya adalah seorang pemecah solusi dan pekerja, bukan orang yang suka bicara,” paparnya. Bloomberg akan berkompetisi dengan mantan wakil presiden Joe Biden dan Wali Kota South Bend, Pete Buttigieg dari kalangan moderat hingga capres liberal Senator Elizabeth Warren dan Bernie Sanders.

Sanders mengkritik langkah Bloomberg. “Kita tidak percaya miliarder yang memiliki hak untuk membeli pemilu,” ujar Sanders. Dia menjelaskan kenapa miliarder seperti Bloomber tidak pernah bergerak sejauh ini pada pemilu kali ini.
(don)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
2 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
6 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
7 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
8 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
9 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved