Putra Eks Presiden Suriah Tahu Kuburan Legenda Mossad Eli Cohen

Senin, 25 November 2019 - 11:15 WIB
Putra Eks Presiden Suriah...
Putra Eks Presiden Suriah Tahu Kuburan Legenda Mossad Eli Cohen
A A A
AUCKLAND - Seorang imigran di Selandia Baru yang mengklaim sebagai mantan presiden Suriah Amin al-Hafiz mengaku tahu keberadaan jasad legenda mata-mata Mossad Israel, Eli Cohen . Mata-mata Zionis kelahiran Mesir itu ditangkap intelijen Suriah tahun 1965 dan digantung di alun-alun Damaskus.

Aksi spionse Cohen terkenal karena bisa mengembangkan hubungan dekat dengan hierarki politik dan militer Suriah, bahkan menjadi penasihat kepala menteri pertahanan negara itu tahun 1960-an. Penyusupannya baru terungkap tahun 1965.

Imigran yang mengaku putra al-Hafiz itu bernama Khalid al-Hafidh. Dia tinggal di Auckland. "Saya adalah putra satu-satunya orang di planet ini yang tahu di mana jasad (Cohen) dimakamkan," katanya kepada Newshub dalam sebuah wawancara, yang dikutip Senin (25/11/2019).

Dia mengatakan Dinas Intelijen Keamanan Selandia Baru (NZSIS) telah menghubunginya dua tahun lalu karena yakin dia memiliki petunjuk ke lokasi rahasia, di mana legenda Mossad dikuburkan oleh orang-orang di bawah komando ayahnya.

Al-Hafidh mengklaim telah terlibat negosiasi dengan Mossad untuk mengungkapkan informasi itu. Dia meminta satu juta dolar Amerika Serikat untuk jasanya, namun tidak dibayar oleh agen intelijen negara Yahudi tersebut.

"Saya bekerja sama dengan Dinas Intelijen Keamanan Selandia Baru, bekerja sama dengan Mossad, untuk membantu menemukan sisa-sisa (jasad) mata-mata Israel Eli Cohen," katanya.

Janda Cohen, Nadia, mengatakan bahwa setelah laporan itu dia mengajukan permintaan langsung kepada kepala Mossad; Yossi Cohen, untuk mendapat jawaban mengapa kesepakatan itu tidak tercapai.

"Saya ingin bertanya, apakah Eli tidak sepadan dengan harganya? Apakah mereka tidak tertarik? Saya ingin dia (Yossi Cohen) mengklarifikasi apa yang terjadi," kata janda 84 tahun itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Newshub, Al-Hafidh kini mengaku bersedia untuk mengungkapkan informasi tanpa imbalan uang. Alasannya demi kedamaian kerabat Cohen.
(mas)
Berita Terkait
Netanyahu Kunjungi Wilayah...
Netanyahu Kunjungi Wilayah Suriah yang Baru Dicaplok Israel
Netanyahu Tegaskan Pendudukan...
Netanyahu Tegaskan Pendudukan Ilegal atas Tanah Suriah akan Berlangsung Selamanya
Terungkap, Israel Ingin...
Terungkap, Israel Ingin Tolong Assad dengan Imbalan Usir Iran dari Suriah
PM Israel Netanyahu...
PM Israel Netanyahu Klaim Berjasa Gulingkan Rezim Assad di Suriah
Bos HTS Dituduh Yahudi...
Bos HTS Dituduh Yahudi dan Agen Mossad Gara-gara Ogah Melawan Invasi Israel di Suriah
Misteri Sosok D, Bos...
Misteri Sosok 'D', Bos Baru Mossad Pilihan PM Israel Netanyahu
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
4 jam yang lalu
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
5 jam yang lalu
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
9 jam yang lalu
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
10 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
10 jam yang lalu
Infografis
Dari Penjara, Eks Menkes...
Dari Penjara, Eks Menkes Surati Jokowi Beri Tahu Cara Tangani Corona
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved