ASIO Selidiki Plot China Susupkan Mata-mata di Parlemen Australia

Senin, 25 November 2019 - 08:44 WIB
ASIO Selidiki Plot China...
ASIO Selidiki Plot China Susupkan Mata-mata di Parlemen Australia
A A A
CANBERRA - Australian Security Intelligence Organisation (ASIO) meluncurkan penyelidikan plot China untuk menyusupkan mata-matanya di parlemen Australia. Investigasi dibuka setelah anggota Partai Liberal, Nick Zhao, yang ditemukan tewas diyakini sebagai mata-mata Beijing.

Zhao merupakan kandidat anggota parlemen federal Australia dari Partai Liberal.

Direktur Jenderal ASIO, Mike Burgess, dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi pihaknya menyadari dugaan rencana China untuk menyusupkan mata-mata di parlemen Australia.

Sebelumnya, 60 Minutes dalam siarannya mengatakan bahwa operasi China menawarkan USD1 juta untuk mendanai Nick Zhao masuk parlemen federal Australia.

Nick Zhao, 32, ditemukan tewas di kamar hotel Melbourne setelah dilaporkan mendekati ASIO untuk membahas plot China tersebut. Tak diketahui penyebab kematiannya.

"Warga Australia dapat diyakinkan bahwa ASIO sebelumnya mengetahui hal-hal yang dilaporkan hari ini, dan telah secara aktif menyelidiki mereka," kata Burgess, Senin (25/11/2019).

"Kegiatan intelijen asing yang bermusuhan terus menjadi ancaman nyata bagi bangsa kita dan keamanannya. ASIO akan terus menghadapi dan melawan campur tangan asing dan spionase di Australia," lanjut dia.

Politisi terkemuka Partai Nasional Australia, Barnaby Joyce, mengaku tidak terkejut dengan tuduhan bahwa China mencoba menanam mata-matanya di parlemen.

"Saya tahu orang China, dalam satu atau lain cara, telah mencoba menyusup ke parlemen kami, baik secara online atau langsung melalui politisi," katanya kepada Seven Network.

"Kita harus tegas dan kuat dan menyadari ini adalah tatanan dunia baru yang kita tinggali," ujarnya.

Partai Buruh telah meminta pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison untuk memberikan pengarahan singkat dan penjelasan kepada publik.

Wakil pemimpin oposisi, Richard Marles, mengatakan orang-orang perlu percaya bahwa Australia bebas dari campur tangan asing. "Kami jelas ingin memahami segala hal yang dapat kami ketahui tentang ini," kata Marles kepada ABC.

"Tapi di hadapannya dan apa yang ada dalam domain publik sekarang, ini adalah masalah yang sangat, sangat serius."
(mas)
Berita Terkait
Dinas Intelijen Gerebek...
Dinas Intelijen Gerebek Rumah Jurnalis China, Ini Kata Australia
Victoria-China Teken...
Victoria-China Teken Kerjasama, AS Ancam Putus Hubungan Intelijen dengan Australia
Latih Pilot China Mendaratkan...
Latih Pilot China Mendaratkan Pesawat di Kapal Induk, Mantan Marinir AS Dituduh Melakukan Aksi Spionase
China Marah atas Dokumen...
China Marah atas Dokumen Intelijen Lima Mata soal COVID-19
Mata-mata Five Eyes...
Mata-mata Five Eyes Tak Punya Bukti COVID-19 dari Laboratorium Wuhan
AS Tangkap 2 Polisi...
AS Tangkap 2 Polisi Rahasia China di New York
Berita Terkini
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
12 menit yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
34 menit yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
1 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
2 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved