Paus Francis Serukan Dunia Bebas Senjata Nuklir

Senin, 25 November 2019 - 03:11 WIB
Paus Francis Serukan...
Paus Francis Serukan Dunia Bebas Senjata Nuklir
A A A
TOKYO -

Paus Fransiskus, dalam kunjunganya ke Jepang, menyoroti kebutuhan untuk melestarikan perjanjian tentang non-proliferasi senjata nuklir. Dia mendesak para pemimpin dunia untuk mematuhi prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

"Kita harus bekerja tanpa lelah dan sangat bersikeras untuk melestarikan perangkat hukum internasional utama yang menjamin pelucutan dan non-proliferasi, termasuk Perjanjian tentang larangan senjata nuklir," katanya dalam pidatonya mengenai perlucutan senjata nuklir di Taman Perdamaian Nagasaki.

"Karena diyakinkan bahwa perdamaian adalah mungkin dan perlu tanpa senjata nuklir, saya meminta para pemimpin politik untuk tidak melupakan bahwa senjata-senjata ini tidak dapat melindungi [kita] dari ancaman terhadap keamanan nasional atau stabilitas internasional," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Senin (25/11/2019).

Dia lalu mendesak para politisi untuk meninggalkan ketidakpercayaan dalam hubungan satu sama lain dan memperingatkan terhadap runtuhnya sistem kontrol senjata internasional.

"Sangat penting untuk menghentikan dinamika atmosfer ketidakpercayaan yang saat ini berlaku, yang penuh dengan runtuhnya arsitektur kontrol senjata internasional. Meruntuhkan dunia multipolar menjadi semakin berbahaya di tengah perkembangan teknologi senjata baru. Situasi ini membutuhkan langkah dan upaya mendesak dari semua pemimpin dunia," ucapnya.

Dia menggambarkan keamanan berdasarkan rasa takut dan ketidakpercayaan, yang merongrong segala kemungkinan dialog, sebagai ilusi. Dirinya menyebut, sejumlah besar uang yang dihabiskan untuk pembuatan, peningkatan dan pembelian senjata di dunia di mana jutaan orang hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi sebagai tantangan ke surga.

"Adalah penting untuk mengingat konsekuensi bencana dari penggunaan senjata nuklir untuk umat manusia dan lingkungan dan melepaskan gagasan menghargai rasa takut, ketidakpercayaan dan permusuhan," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Menengok Laboratorium...
Menengok Laboratorium Restorasi Lukisan di Museum Vatikan
Kardinal Kunci Vatikan...
Kardinal Kunci Vatikan Mendadak Resign di Tengah Skandal Keuangan
5 Fakta Paus Fransiskus,...
5 Fakta Paus Fransiskus, Pertama dari Luar Eropa sejak 1.200 Tahun
Antar Kepergian Paus...
Antar Kepergian Paus Fransiskus menuju Soetta, Warga Histeris saat Dapat Pemberkatan
Kardinal Vatikan Diadili...
Kardinal Vatikan Diadili dalam Kasus Penipuan
Vatikan Tegaskan Menentang...
Vatikan Tegaskan Menentang Operasi Ganti Kelamin
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
46 menit yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
2 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
3 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
5 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved