Eks Jenderal India Serukan Pemerkosaan Massal Wanita Muslim Kashmir

Selasa, 19 November 2019 - 07:57 WIB
Eks Jenderal India Serukan...
Eks Jenderal India Serukan Pemerkosaan Massal Wanita Muslim Kashmir
A A A
NEW DELHI - Seorang mantan jenderal tentara India terlibat perdebatan panas di stasiun televisi di mana dia dengan marah menyerukan pemerkosaan dan pembunuhan massal wanita Muslim di Kashmir oleh pasukan keamanan.

Dalam perdebatan di channel TV9 Bharatvarsh, Mayor Jenderal Purnawirawan SP Sinha, yang sekarang menjadi anggota Partai Bharatiya Janata (BJP)—partai berkuasa—awalnya membahas eksodus keluarga non-Muslim dari Lembah Kashmir.

Sejak 1990-an, ratusan ribu orang terpaksa mengungsi, ketika mereka menjadi sasaran pemberontakan Muslim dalam kampanye pembersihan etnik yang melibatkan penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan lainnya.

Dalam puncak perdebatan Sinha terlihat sangat mendukung kejahatan perang. "Kematian untuk kematian, perkosaan untuk pemerkosaan," teriaknya.

Mantan jenderal militer ini telah dituduh secara historis menggunakan pemerkosaan sebagai strategi. Pada tahun 1991, Sinha saat itu mengumpulkan penduduk desa Sikh di sebuah daerah, menyerukan "penciptaan ras baru untuk Punjab" ketika militer India menghancurkan gerakan Sikh di Punjab.

Para warganet India yang marah mengecam seruan mantan jenderal itu dan mengkhawatirkan masa depan negara mereka.

Beberapa orang menunjukkan bahwa Sinha hanya mempublikasikan realitas yang sudah ada di lapangan dan bahwa dia bukan yang pertama atau satu-satunya yang mengadvokasi taktik semacam itu.

Kashmir yang diduduki India telah berada di bawah jam malam militer sejak 5 Agustus 2019, ketika Perdana Menteri India Narendra Modi mencabut status otonomi wilayah itu dan menangkap ribuan orang.

Menurut laporan Human Rights Watch 1996, India menggunakan pemerkosaan sebagai "taktik kontra-pemberontakan" di Kashmir yang diduduki India untuk meneror penduduk. Awal tahun ini, seorang pemimpin Partai Bharatiya Janata dicopot dari posisinya setelah dia menyerukan orang-orang Hindu untuk memerkosa wanita Muslim di gang-gang secara terbuka di jalanan.

Seruan jahat Sinha langsung ditegur oleh sesama panelis yang menuntut permintaan maaf. Namun, sang pensiunan jenderal berpegang pada pendapatnya dan bahkan mendapat dukungan beberapa anggota audiensi.

Seruan itu memicu kecaman marah dari beberapa veteran India. Menurut laporan Russia Today, Selasa (19/11/2019), pensiunan Letnan Jenderal Vinod Bhatia, yang menjabat sebagai direktur jenderal operasi militer, mencap Sinha sebagai orang yang membuat pernyataan menjengkelkan untuk ketenaran sesaat. Syed Ata Hasnain, juga pensiunan letnan jenderal, menyebutnya sebagai "rudal longgar".

Angkatan Darat India menjauhkan diri dari seruan Sinha dengan mengatakan bahwa seorang perwira pensiunan tidak terikat oleh kode etik militer. Sinha sendiri tidak bisa dimintai komentar sejak seruannya memicu kemarahan.
(mas)
Berita Terkait
Agama Penduduk Kashmir...
Agama Penduduk Kashmir dan Persentasenya
India Jadikan Kashmir...
India Jadikan Kashmir sebagai 'Hotspot' Islamopobia Terbesar
India Terlalu Mengekang...
India Terlalu Mengekang Kashmir, Apakah Modi Kena Karma?
India dan Pakistan Gelar...
India dan Pakistan Gelar Perundingan Rahasia Atasi Kebuntuan Kashmir
Anggota Kongres AS Ilhan...
Anggota Kongres AS Ilhan Omar Kunjungi Kashmir, India Mencak-mencak
Pakistan Tawarkan Solusi...
Pakistan Tawarkan Solusi pada India untuk Akhiri Konflik di Kashmir
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
20 menit yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
1 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
4 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
5 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
5 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
5 jam yang lalu
Infografis
Gagal Bunuh 2 Bos Hamas,...
Gagal Bunuh 2 Bos Hamas, Eks Panglima Israel Serukan Akhiri Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved