Keukeuh Bertahan di Suriah, Pasukan AS Beralasan Akan Terus Tekan ISIS

Selasa, 12 November 2019 - 21:33 WIB
Keukeuh Bertahan di...
Keukeuh Bertahan di Suriah, Pasukan AS Beralasan Akan Terus Tekan ISIS
A A A
DAMASKUS - Komandan senior pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) di Suriah mengatakan pasukan Amerika akan menjaga tekanan pada militan ISIS dan mencegah ekstrimis bangkit atau keluar dari penjara.

Komandan Mayor Jenderal Angkatan Udara Eric T. Hill, mengatakan meskipun kendaraan lapis baja Bradley telah tiba di Suriah timur, fokus misi belum berubah. Dia mengatakan campuran kekuatan, termasuk kendaraan lapis baja mekanis yang dikerahkan di Suriah untuk pertama kalinya sejak perang melawan ISIS, memiliki berbagai kemampuan untuk menangkal kesempatan ISIS untuk berkumpul kembali.

“Misi masih berlanjut. Dan Daesh mencoba bangkit kembali di mana pun mereka bisa,” katanya, menggunakan akronim Arab untuk kelompok ekstrimis itu seperti dilansir dari AP, Selasa (12/11/2019).

Ia mengatakan pasukan telah menangkap 700 pejuang ISIS sejak berhasil merebut teritorial terakhir yang jatuh pada bulan Maret lalu.

"Kami telah menghancurkan banyak dan sisa-sisa perang dan kami terus melakukannya saat kami menemukannya," tegasnya.

Hill mengungkapan bahwa cara utama untuk terus memberikan tekanan kepada ISIS adalah dengan bekerja sama dengan mitra AS selama ini, Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin oleh Kurdi.

Hill mengatakan, keberlanjutan kehadiran AS juga membantu dan melatih pasukan pimpinan Kurdi, termasuk dalam mengamankan penjara tempat lebih dari 10 ribu militan ISIS ditahan. AS tidak menjaga fasilitas itu tetapi membantu pasukan Kurdi melakukannya.

"Salah satu misi yang akan terus kami dukung dengan Pasukan Demokrat Suriah adalah untuk mempertahankan penjara dan memastikan bahwa semua tahanan yang berada di bawah kendali SDF tetap di penjara-penjara itu dan aman," ujarnya.

Namun, pandangan berbeda justru diperlihatan oleh pasukan Kurdi. Jika AS menegaskan misinya masih melawan ISIS, prioritas Kurdi kini telah bergeser. Juru bicara SDF, Mustafa Bali mengatakan, sudah saatnya aliansi dengan AS menghasilkan buah politik.

Ia mengatakan menyimpan minyak di tangan pasukannya adalah kartu yang bagus untuk negosiasi politik.

"Di sini, di Suriah timur laut, kami adalah bagian dari gambaran keseluruhan yang berurusan dengan krisis dan menghendaki untuk menemukan jalur resolusi politik," kata Bali.

"Kehadiran pasukan AS, bobot militer, akan memiliki peran positif dalam menemukan jalan keluar politik," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
25 menit yang lalu
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
2 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
3 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
7 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
8 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved