Macron Sebut NATO 'Mati Otak', Rusia: Benar dan Akurat

Jum'at, 08 November 2019 - 14:51 WIB
Macron Sebut NATO Mati...
Macron Sebut NATO 'Mati Otak', Rusia: Benar dan Akurat
A A A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengibaratkan Presiden Prancis Emmanuel Macron memukul kepalanya ketika dia mendiagnosis NATO telah "mati otak". Kementerian itu mengatakan apa yang disampaikan Macron memang benar.

"Kata-kata emas. Benar dan akurat. Definisi yang tepat tentang keadaan NATO saat ini," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam sebuah posting di Facebook.

Kritik keras yang dibuat Macron dalam sebuah wawancara dengan Economist, yang diterbitkan pada hari Kamis. (Baca: Macron: NATO Sedang Alami Mati Otak )

Dalam wawancara tersebut—yang telah mendapat kecaman keras dari Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Kanselir Jerman Angela Merkel—Macron berpendapat bahwa blok Atlantik Utara itu tidak lagi efektif karena Amerika Serikat (AS) sebagai pemimpinnya telah membalikkan punggungnya di Eropa.

"Tanpa AS memainkan perannya sebagai 'kakak laki-laki', aliansi militer (NATO) adalah konstruksi yang tidak berarti, karena mekanisme hanya bekerja jika penjamin pilihan terakhir (AS) berfungsi seperti itu," ujarnya.

"Apa yang saat ini kita alami adalah kematian otak NATO," lanjut Macron, seraya menambahkan bahwa suatu keharusan bagi Eropa untuk merebut kembali kedaulatan militernya dan mengendalikan "takdir"-nya.

Zakharova mengatakan akan sulit bagi Eropa untuk sekali lagi menjadi penguasa atas nasibnya sendiri. Alasannya, Washington telah berusaha untuk memaksakan pandangannya tentang dunia di benua itu sejak setidaknya awal abad 20, yang membuka jalan bagi dunia penciptaan Liga Bangsa-Bangsa.

Mantan Wakil Ketua Parlemen Belgia, Lode Vanoost, mengatakan kepada Russia Today, Jumat (8/11/2019), bahwa retorika berani dari Macron bukan hanya beberapa kata-kata mewah, tetapi kemungkinan merupakan strategi yang disusun dengan baik untuk memberikan tekanan pada negara-negara Uni Eropa lainnya.

Vanoost menunjukkan bahwa Macron melihat keluarnya Inggris dari Uni Eropa sebagai kesempatan untuk menjadi pemimpin yang tidak perlu dari apa yang tersisa dari blok NATO.

Vanoost mencermati retorika Macron dengan menduga bahwa Prancis sebagai produsen senjata besar sedang mengejar agendanya sendiri. Vanoost juga setuju bahwa Eropa harus melepaskan diri dari AS.

“Apa yang dapat dilakukan Uni Eropa (UE) adalah menemukan cara lain untuk berurusan dengan urusan geostrategis—melalui diplomasi, ekonomi, dan lain-lain. Itulah yang tidak dikatakan Macron karena ia memiliki agendanya sendiri. Jangan lupa apa yang dilakukan Tentara Prancis di Afrika Barat," katanya.

Pada saat yang sama, mantan anggota parlemen itu mengatakan bahwa dia sama sekali tidak setuju dengan penilaian Macron bahwa UE berdiri di "tepi jurang" menghadapi semacam "ancaman eksistensial."

"Ada beberapa masalah besar di UE—ekonomi dan sosial, dan memang ada masalah, tetapi dengan kata lain itu hanyalah retorika yang mengkhawatirkan," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Uni Eropa: NATO Tidak...
Uni Eropa: NATO Tidak Bisa Menjadi Aliansi Militer A La Carte
Masa Depan NATO Tak...
Masa Depan NATO Tak Jelas, Eropa Akan Kehilangan Dukungan Militer AS
Perkiraan Kondisi NATO...
Perkiraan Kondisi NATO jika Amerika Serikat Hengkang, Akan Kehilangan Sumber Daya Militer Utama
Menlu Italia: Uni Eropa...
Menlu Italia: Uni Eropa Didominasi Amerika Serikat
Polandia Minta UE Akhiri...
Polandia Minta UE Akhiri Ketergantungan pada AS
Ngeri, Rusia Ingatkan...
Ngeri, Rusia Ingatkan Skenario Mimpi Buruk Konfrontasi Militer di Eropa
Berita Terkini
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
8 menit yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
1 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
1 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
2 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
3 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
4 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved