PM Inggris Umumkan Pemilu 12 Desember dengan Janji Lakukan Brexit
Rabu, 06 November 2019 - 12:02 WIB
PM Inggris Umumkan Pemilu 12 Desember dengan Janji Lakukan Brexit
A
A
A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson secara resmi mengumumkan pemilu digelar 12 Desember. Dia meminta publik mendukungnya dan berjanji Brexit akan dilaksanakan dalam beberapa pekan kemudian.
Pemilu yang dipercepat itu disetujui oleh parlemen pekan lalu untuk mengakhiri dua tahun perselisihan terkait Brexit yang merusak keyakinan investor pada stabilitas Inggris.
Hasil pemilu itu sulit diprediksi karena para pemilih semakin kritis dan ada peluang partai-partai kecil melawan dua partai terbesar yakni Partai Konservatif yang dipimpin Johnson dan Partai Buruh.
Setelah pembubaran parlemen dan bertemu Ratu Inggris Elizabeth pada Rabu (6/11), Johnson akan kembali ke kediaman Downing Street untuk mengumumkan pemilu. Dia akan meluncurkan kampanye partainya pada hari yang sama.
"Saya tidak ingin pemilu. Tak ada perdana menteri ingin pemilu dipercepat, terutama bukan pada Desember," kata Johnson, dilansir Reuters.
"Tapi saat berbagai hal muncul kita tak punya pilihan, karena hanya membuat Brexit terlaksana dalam beberapa pekan selanjutnya hingga kita bisa fokus pada semua prioritas rakyat Inggris," papar dia.
Survei menunjukkan Partai Konservatif unggul dibandingkan Partai Buruh. Meski demikian, sentimen publik dapat berubah drastis.
Pemilu yang dipercepat itu disetujui oleh parlemen pekan lalu untuk mengakhiri dua tahun perselisihan terkait Brexit yang merusak keyakinan investor pada stabilitas Inggris.
Hasil pemilu itu sulit diprediksi karena para pemilih semakin kritis dan ada peluang partai-partai kecil melawan dua partai terbesar yakni Partai Konservatif yang dipimpin Johnson dan Partai Buruh.
Setelah pembubaran parlemen dan bertemu Ratu Inggris Elizabeth pada Rabu (6/11), Johnson akan kembali ke kediaman Downing Street untuk mengumumkan pemilu. Dia akan meluncurkan kampanye partainya pada hari yang sama.
"Saya tidak ingin pemilu. Tak ada perdana menteri ingin pemilu dipercepat, terutama bukan pada Desember," kata Johnson, dilansir Reuters.
"Tapi saat berbagai hal muncul kita tak punya pilihan, karena hanya membuat Brexit terlaksana dalam beberapa pekan selanjutnya hingga kita bisa fokus pada semua prioritas rakyat Inggris," papar dia.
Survei menunjukkan Partai Konservatif unggul dibandingkan Partai Buruh. Meski demikian, sentimen publik dapat berubah drastis.
(sfn)