Menhan China Bahas Hong Kong dan Taiwan dengan Amerika Serikat
Rabu, 06 November 2019 - 15:01 WIB
Menhan China Bahas Hong Kong dan Taiwan dengan Amerika Serikat
A
A
A
BEIJING - Menteri Pertahanan (Menhan) China Wei Fenghe membahas Hong Kong, Taiwan, Laut China Selatan dan Xinjiang dengan Menhan AS Mark Esper melalui perbincangan telepon.
"Wei menekankan sikap China dalam isu itu dan meminta kerja sama serta stabilitas antara China dan AS serta militer mereka," ungkap laporan surat kabar Global Times.
Empat isu itu sangat sensitif bagi China yang kini semakin memperkuat pengaruhnya.
Hong Kong saat ini masih diguncang unjuk rasa menentang pemerintah China dan Hong Kong. Pengunjuk rasa di Hong Kong semakin sering terlibat bentrok dengan aparat keamanan.
Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan meningkatkan tekanan pada pulau itu sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjabat pada 2016. China khawatir Tsai akan mendorong kemerdekaan pulau itu yang merupakan garis merah bagi Beijing.
Taiwan yang menggelar pemilu presiden pada Januari itu tidak berminat dikelola oleh China. Partai yang berkuasa di China menyatakan akan mendorong reunifikasi damai dan mempromosikan pengelolaan lembaga untuk mengembangkan perdamaian.
Laut China Selatan juga menjadi ajang perebutan pengaruh antara Beijing dan Washington. AS semakin sering menggelar patroli kebebasan maritim di wilayah dekat pulau buatan China.
"Wei menekankan sikap China dalam isu itu dan meminta kerja sama serta stabilitas antara China dan AS serta militer mereka," ungkap laporan surat kabar Global Times.
Empat isu itu sangat sensitif bagi China yang kini semakin memperkuat pengaruhnya.
Hong Kong saat ini masih diguncang unjuk rasa menentang pemerintah China dan Hong Kong. Pengunjuk rasa di Hong Kong semakin sering terlibat bentrok dengan aparat keamanan.
Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan meningkatkan tekanan pada pulau itu sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjabat pada 2016. China khawatir Tsai akan mendorong kemerdekaan pulau itu yang merupakan garis merah bagi Beijing.
Taiwan yang menggelar pemilu presiden pada Januari itu tidak berminat dikelola oleh China. Partai yang berkuasa di China menyatakan akan mendorong reunifikasi damai dan mempromosikan pengelolaan lembaga untuk mengembangkan perdamaian.
Laut China Selatan juga menjadi ajang perebutan pengaruh antara Beijing dan Washington. AS semakin sering menggelar patroli kebebasan maritim di wilayah dekat pulau buatan China.
(sfn)