Pengamat: Keputusan Kurdi Lakukan Negosiasi dengan Suriah Cukup Terlambat

Selasa, 05 November 2019 - 18:23 WIB
Pengamat: Keputusan...
Pengamat: Keputusan Kurdi Lakukan Negosiasi dengan Suriah Cukup Terlambat
A A A
JAKARTA - Maxim Sergeevich Grigoriev, pengamat dari Foundation for the Study of Democracy menuturkan, keputusan Kurdi untuk menerima ajakan dialog dari pemerintah Suriah sedikit terlambat. Grigoriev menuturkan, jika Kurdi melakukannya satu atau dua tahun lebih cepat, mungkin mereka akan memiliki daya tawar lebih.

Grigoriev mengatakan, Kurdi terlalu percaya diri bahwa Amerika Serikat (AS) akan membantu mereka untuk mencipatakan dan mengatur negara mereka sendiri. Oleh karena itu, Kurdi tidak ingin melakukan negosiasi nyata dengan pemerintah Suriah.

"Mereka memiliki banyak peluang, satu atau dua tahun lalu, banyak peluang untuk mendapatkan manfaat yang sangat baik. Tetapi, saya pikir mereka, bahwa mereka berpikir orang Amerika akan membantu mereka untuk mengatur negara mereka sendiri," ucapnya.

"Sekarang AS sudah pergi, mereka menggunakan pasukan Kurdi melawan ISIS dan sekarang mereka mengucapkan selamat tinggal, itu saja," sambungnya saat ditemui pasca berbicara di acara FPCI di Jakarta pada Selasa (5/11/2019).

Pria yang menjabat sebagai Presiden dari badan yang merupakan bagian dari PBB itu lalu menuturkan, akhirnya saat ini Kurdi bersedia melakukan negosiasi dengan pemerintah Suriah. Namun, posisi Kurdi saat ini sangat buruk, sehingga mereka memiliki daya tawar yang sangat rendah.

"Tentu saja sekarang orang Kurdi akan bernegosiasi dengan pemerintah Suriah, tetapi saya pikir itu satu atau dua tahun yang lalu mereka bisa mendapatkan lebih banyak dari pemerintah Suriah, maka sekarang, karena mereka posisi sekarang jauh lebih buruk," ungkapnya.

Kurdi mulai bersedia melakukan negosiasi dengan Damaskus, setelah Turki melancarkan operasi militer di timur laut Suriah. Kurdi yang kehilangan sekutu utama merela, yakni AS, akhirnya melirik pemerintah Suriah, untuk membantu mereka menghalau ancaman yang ditimbulkan Turki.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
22 menit yang lalu
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
50 menit yang lalu
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
1 jam yang lalu
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
2 jam yang lalu
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
3 jam yang lalu
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved