AS Jatuhkan Sanksi pada Putra Khamenei, Kado Pahit Revolusi Iran

Selasa, 05 November 2019 - 07:37 WIB
AS Jatuhkan Sanksi pada...
AS Jatuhkan Sanksi pada Putra Khamenei, Kado Pahit Revolusi Iran
A A A
WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi pada sembilan penasihat politik dan militer Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, termasuk putra Khamenei. Sanksi yang juga dijatuhkan pada beberapa cabang militer Teheran itu menjadi "kado pahit" peringatan Revolusi Islam Iran yang ke-40.

Penjatuhan sanksi diumumkan hari Senin, bertepatan dengan peringatan 40 tahun krisis penyanderaan para diplomat Amerika ketika para pendukung revolusi Islam Iran mengambil alih kedutaan Amerika di Teheran pada tahun 1987. Saat itu, lusinan diplomat dan warga AS disandera selama 444 hari.

"Tindakan ini semakin membatasi kemampuan Pemimpin Tertinggi untuk melaksanakan agendanya tentang teror dan penindasan," kata Menteri Keuangan Amerika Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Selasa (5/11/2019).

Putra Khamenei yang dijatuhi sanksi AS itu bernama Mojtaba Khamenei. Dia selama ini digambarkan pemerintah Amerika sebagai "kepala peradilan Iran".

Beberapa jam setelah sanksi diumumkan secara resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan langkah itu adalah contoh dari pendekatan intimidasi Amerika Serikat.

"Jenis tindakan ini hanya merupakan tanda keputusasaan dan ketidakmampuan rezim (Amerika) ini dalam mengambil manfaat dari pendekatan diplomatik dan logis, yang dapat dilihat dalam kerangka pandangan intimidasi Amerika Serikat terhadap negara-negara lain dan isu-isu global dan internasional yang penting," kata Mousavi, dikutip IRNA.

Pada Juni, AS menjatuhkan sanksi terhadap kantor Khamenei.

Sanksi yang dikenal sebagai daftar hitam Departemen Keuangan Amerika itu mencakup pembekuan aset individu yang ditargetkan di AS dan melarang warga Amerika melakukan bisnis dengan mereka yang terkena sanksi.

Cabang militer Iran yang ikut dijatuhi sanksi adalah Staf Umum Angkatan Bersenjata, sebuah badan elite militer di Iran. Washington sebelumnya telah menyatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai kelompok teroris.

Di saat sanksi dijatuhkan kepada para pejabat terdekat Khamenei, publik Iran turun ke jalan memekikkan slogan-slogan anti-Amerika dan anti-Israel. "Matilah Amerika!," bunyi teriakan para warga Iran di sekitar bekas gedung Kedutaan Amerika di Teheran. Mereka juga membakar bendera nasional AS.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Trump Peringatkan Iran...
Trump Peringatkan Iran Jangan Main-main dengan AS!
Berita Terkini
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
17 menit yang lalu
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
28 menit yang lalu
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
49 menit yang lalu
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
1 jam yang lalu
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved