Iran: Negara Tuan Rumah Basis Militer AS Jadi Sasaran Kami
Selasa, 05 November 2019 - 01:20 WIB
Iran: Negara Tuan Rumah Basis Militer AS Jadi Sasaran Kami
A
A
A
TEHERAN -
Iran mengatakan, setiap negara di kawasan yang menjadi tuan rumah basis militer Amerika Serikat (AS) akan menjadi sasaran tembak mereka. Ini adalah putaran terbaru dari aksi saling ancam antara Teheran dan Washington.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Ibolfazl Shekarchi menuturkan, Iran memiliki kemampuan dan kemauan untuk menargetkan setiap dan semua wilayah yang melindungi AS atau sekutunya di wilayah tersebut. Negara itu, papar Shekarchi, akan menjadi sasaran tembak, jika ada serangan terhadap Iran.
"Setiap tempat dan titik teritorial apa pun yang melindungi kepentingan AS dan sekutunya akan terancam (jika terjadi perang) dan Iran telah membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk melakukannya," ucapnya.
"Bahkan, jika suatu negara tidak secara langsung berpartisipasi dalam kemungkinan perang tetapi wilayahnya menjadi tuan rumah musuh, kami menganggap negara itu sebagai wilayah yang bermusuhan dan akan memperlakukannya sebagai agresor," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (5/11/2019).
Ia menekankan, Iran tidak akan pernah menjadi pihak yang memulai perang. Menurutnya, jika ada agresor melakukan kesalahan strategis dan memulai perang, maka Iran akan memberikan respon paling kuat dan menghancurkan, yang melebihi bayangan setiap musuh Teheran.
Shekarchi menambahkan, ketidakefektifan peralatan militer AS baru-baru ini terbukti ketika semua radar AS canggih dan sistem pertahanan udara gagal menghalau serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco pada bulan September.
Iran mengatakan, setiap negara di kawasan yang menjadi tuan rumah basis militer Amerika Serikat (AS) akan menjadi sasaran tembak mereka. Ini adalah putaran terbaru dari aksi saling ancam antara Teheran dan Washington.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Ibolfazl Shekarchi menuturkan, Iran memiliki kemampuan dan kemauan untuk menargetkan setiap dan semua wilayah yang melindungi AS atau sekutunya di wilayah tersebut. Negara itu, papar Shekarchi, akan menjadi sasaran tembak, jika ada serangan terhadap Iran.
"Setiap tempat dan titik teritorial apa pun yang melindungi kepentingan AS dan sekutunya akan terancam (jika terjadi perang) dan Iran telah membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk melakukannya," ucapnya.
"Bahkan, jika suatu negara tidak secara langsung berpartisipasi dalam kemungkinan perang tetapi wilayahnya menjadi tuan rumah musuh, kami menganggap negara itu sebagai wilayah yang bermusuhan dan akan memperlakukannya sebagai agresor," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (5/11/2019).
Ia menekankan, Iran tidak akan pernah menjadi pihak yang memulai perang. Menurutnya, jika ada agresor melakukan kesalahan strategis dan memulai perang, maka Iran akan memberikan respon paling kuat dan menghancurkan, yang melebihi bayangan setiap musuh Teheran.
Shekarchi menambahkan, ketidakefektifan peralatan militer AS baru-baru ini terbukti ketika semua radar AS canggih dan sistem pertahanan udara gagal menghalau serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco pada bulan September.
(esn)