Intelijen Irak Mengaku Beri AS Informasi Keberadaan Bos ISIS
Minggu, 27 Oktober 2019 - 19:48 WIB
Intelijen Irak Mengaku Beri AS Informasi Keberadaan Bos ISIS
A
A
A
TEHERAN - Seorang pejabat intelijen Irak menuturkan, pihaknya yang memberitahu lokasi keberadaan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi kepada pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Baghdadi dilaporkan tewas dalam sebuah serangan di Provinsi Idlib, Suriah.
Pejabat, yang berbicara dalam kondisi anonim itu mengatakan, intelijen mengetahui keberadaan Baghdadi dari dokumen-dokumen yang ditemukan di lokasi rahasia di gurun barat Irak, setelah menangkap seorang pria dan wanita Irak dari dalam lingkaran dalam bos ISIS tersebut.
"Kami terus-menerus berkoordinasi dengan CIA, memberikan informasi berharga yang dimiliki Dinas Intelijen Nasional Irak mengenai pergerakan dan tempat persembunyian Baghdadi. Kerja sama ini berhasil dan mencapai tujuan akhir membunuh Baghdadi," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (27/10/2019).
Sebelumnya, Seorang pejabat senior Pentagon dan seorang pejabat Angkatan Darat AS mengatakan kepada Newsweek, bahwa Baghdadi adalah target operasi rahasia di provinsi Idlib Suriah. Sumber Pentagon itu menambahkan bahwa departemen itu memiliki "kepercayaan tinggi" bahwa target bernilai tinggi yang terbunuh selama serangan itu adalah Baghdadi, tetapi verifikasi lebih lanjut sedang dilakukan.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump dilaporkan akan memberikan pidato penting pada Minggu pagi waktu setempat. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley.
Gidley mengatakan bahwa Trump akan memberikan pidato penting pada pada hari Minggu pukul 09:00 waktu setempat. Namun Gidley tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Muncul spekulasi jika pidato penting yang akan disampaikan oleh Trump adalah pengumuman bahwa Baghdadi telah tewas.
Pejabat, yang berbicara dalam kondisi anonim itu mengatakan, intelijen mengetahui keberadaan Baghdadi dari dokumen-dokumen yang ditemukan di lokasi rahasia di gurun barat Irak, setelah menangkap seorang pria dan wanita Irak dari dalam lingkaran dalam bos ISIS tersebut.
"Kami terus-menerus berkoordinasi dengan CIA, memberikan informasi berharga yang dimiliki Dinas Intelijen Nasional Irak mengenai pergerakan dan tempat persembunyian Baghdadi. Kerja sama ini berhasil dan mencapai tujuan akhir membunuh Baghdadi," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (27/10/2019).
Sebelumnya, Seorang pejabat senior Pentagon dan seorang pejabat Angkatan Darat AS mengatakan kepada Newsweek, bahwa Baghdadi adalah target operasi rahasia di provinsi Idlib Suriah. Sumber Pentagon itu menambahkan bahwa departemen itu memiliki "kepercayaan tinggi" bahwa target bernilai tinggi yang terbunuh selama serangan itu adalah Baghdadi, tetapi verifikasi lebih lanjut sedang dilakukan.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump dilaporkan akan memberikan pidato penting pada Minggu pagi waktu setempat. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley.
Gidley mengatakan bahwa Trump akan memberikan pidato penting pada pada hari Minggu pukul 09:00 waktu setempat. Namun Gidley tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Muncul spekulasi jika pidato penting yang akan disampaikan oleh Trump adalah pengumuman bahwa Baghdadi telah tewas.
(esn)