Presiden Aoun Menolak Lengser, Sebut Korupsi Hancurkan Lebanon

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 05:43 WIB
Presiden Aoun Menolak...
Presiden Aoun Menolak Lengser, Sebut Korupsi Hancurkan Lebanon
A A A
BEIRUT - Presiden Lebanon Michel Aoun menolak untuk lengser seperti tuntutan demonstran. Dia mengatakan sektarianisme dan korupsi yang telah menghancurkan negara.

Penolakan Aoun untuk lengser itu disampaikan dalam pidato hari Kamis, yang merupakan pidato pertamanya sejak demo anti-pemerintah pecah di seluruh negeri sejak pekan lalu.

“Saya mendengar banyak seruan untuk perubahan pemerintahan; pemerintah tidak bisa diubah dalam semalam. Itu harus terjadi melalui reformasi konstitusi," kata Aoun.

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyambut seruan Aoun untuk perlunya meninjau pemerintah saat ini melalui mekanisme konstitusional.

Pemimpin Druze Lebanon Walid Jumblatt mengatakan dalam sebuah tweet bahwa solusi terbaik dari protes massa yang dipicu oleh krisis ekonomi adalah mempercepat perombakan pemerintah seperti yang diusulkan oleh Aoun.

"Saya telah membawa Lebanon ke tempat yang aman dan stabil," klaim Aoun. "Sektarianisme dan korupsi telah menghancurkan negara."

Menurut Aoun, korupsi yang terjadi di semua partai politik menjadi penyebab krisis.

“Politisi harus mengembalikan dana penggelapan. Korupsi tidak memiliki agama atau sekte...Mari mengekspos korup dan menyerahkan masalah ini ke tangan pengadilan," kata Aoun.

"Semua partai politik bertanggung jawab untuk melindungi dana publik dari pencurian," imbuh dia.

Aoun malanjutkan, reformasi yang diusulkan oleh pemerintah di bawah Perdana Menteri Saad Hariri sebagai solusi untuk krisis.

"Reformasi yang telah disahkan adalah langkah pertama untuk menyelamatkan Lebanon," katanya, dengan merinci sejumlah reformasi termasuk rancangan undang-undang (RUU) yang akan menghapus kekebalan politik dari anggota parlemen dan pejabat pemerintah.

Aoun mengaitkan keberhasilan reformasi dengan rakyat Libanon, dengan mengatakan "kebebasan berekspresi adalah hak yang dihormati dan dihargai oleh semua orang," dan menyerukan kepada warga untuk memantau reformasi untuk memastikan keberhasilan mereka.

Presiden Lebanon mengakhiri pidatonya dengan menolak untuk mengundurkan diri dan menyerukan dialog sebagai solusi. “Mari kita memulai dialog konstruktif di mana langkah-langkah praktis diambil untuk mencapai hasil terbaik. Dialog adalah cara terbaik untuk solusi," paparnya, seperti dikutip dari National News Agency (NNA) Lebanon, Jumat (25/10/2019).

"Saya siap bertemu dengan perwakilan Anda...untuk mendengarkan tuntutan Anda," lanjut dia.

Saat Presiden Aoun pidato, kerumunan massa berkumpul di Jal El Deeb Square untuk menonton pidato tersebut di layar raksasa.
(mas)
Berita Terkait
Serang Pasukan Penjaga...
Serang Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon, Israel Dianggap Mencari Musuh Baru
Puluhan Orang Tewas...
Puluhan Orang Tewas Dalam Insiden Ledakan Mobil Tanki BBM di Lebanon
Bank Central Sebut Lebanon...
Bank Central Sebut Lebanon Saat Ini Bergerak Tanpa ‘Kepala’
Krisis Ekonomi, Militer...
Krisis Ekonomi, Militer Lebanon 'Sewakan' Helikopter pada Turis
Siapa Joseph Aoun? Presiden...
Siapa Joseph Aoun? Presiden Lebanon yang Jadi Kepanjangan Tangan dengan Arab Saudi dan AS
Profil Nawaf Salam,...
Profil Nawaf Salam, PM Baru Lebanon yang Ingin Melucuti Senjata Hizbullah
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
17 menit yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
56 menit yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
1 jam yang lalu
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
3 jam yang lalu
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
3 jam yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved