Media China: AS Takut Serang Rusia karena Kekuatan Nuklir Strategisnya

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 00:29 WIB
Media China: AS Takut...
Media China: AS Takut Serang Rusia karena Kekuatan Nuklir Strategisnya
A A A
BEIJING - Layanan berita China, Sohu, mengklaim Amerika Serikat (AS) takut menyerang Rusia karena kekuatan nuklir strategis yang dimiliki Moskow.

Laporan itu muncul setelah Washington menarik diri dari Perjanjian INF pada 2 Agustus 2019 dengan alasan Rusia melanggar ketentuan perjanjian. Selain itu, Washington mempersoalkan keengganan negara-negara lain, termasuk China, untuk bergabung dalam perjanjian pencegah perang nuklir tersebut.

"Di dunia modern, jika suatu negara memiliki kekuatan nuklir strategis, itu dianggap sebagai hegemoni, itulah sebabnya negara-negara seperti itu kadang-kadang disebut 'the secret for ensuring peace'," tulis Sohu dalam laporannya.

Menurut penulis publikasi itu, Washington masih takut untuk menyerang Rusia meskipun Uni Soviet runtuh dan pengurangan anggaran pertahanannya. Sebaliknya kekuatan nuklir strategis Rusia tetap dalam keadaan siaga penuh, dan ini memaksa Amerika Serikat untuk "menjaga bubuk kering".

Laporan itu juga mengatakan bahwa langkah AS untuk menarik diri dari Perjanjian INF telah memberikan tekanan strategis yang besar pada Rusia. Namun, latihan perang "Grom-2019" Rusia menjelaskan kepada seluruh dunia bahwa persenjataan nuklirnya akan melindungi keamanan negara.

Penulis laporan itu menyimpulkan bahwa perlombaan senjata baru dengan skala antara AS dan Uni Soviet adalah tidak mungkin.

"Angkatan Darat Rusia dapat meningkatkan kekuatannya dan memastikan tanggapan segera jika diperlukan. Karena itu, AS tidak akan berani menembak sepintas ke arah Rusia dalam dekade mendatang," lanjut laporan tersebut yang dikutip Sputniknews, Kamis (24/10/2019).

Latihan perang "Grom-2019" diadakan 15-17 Oktober, yang melibatkan sekitar 12.000 tentara, 213 peluncur rudal, 105 pesawat, 15 kapal perang permukaan, lima kapal selam nuklir dan 310 unit peralatan militer dan peralatan khusus.

Kementerian Pertahanan Rusia mencatat bahwa latihan itu murni bersifat defensif, dan tidak ditujukan kepada negara-negara lain.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Tak akan Paksa...
Rusia Tak akan Paksa China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir
Rusia Peringatkan Konfrontasi...
Rusia Peringatkan Konfrontasi Nuklir Jika AS Berlomba Mendominasi Global
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Soal Kontrol Senjata...
Soal Kontrol Senjata Nuklir, AS Ajak China Bertatap Muka
AS dan Rusia Bahas Perjanjian...
AS dan Rusia Bahas Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir Pekan Depan
Rusia Siap Dialog Langsung...
Rusia Siap Dialog Langsung dengan AS Tentang Perjanjian Senjata Nuklir
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
1 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
2 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
3 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
4 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
7 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved