Trump Setujui Bantuan untuk White Helmets di Suriah

Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:35 WIB
Trump Setujui Bantuan...
Trump Setujui Bantuan untuk White Helmets di Suriah
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju untuk memberikan bantuan senilai Rp63 miliar kepada kelompok White Helmets (SCD) dengan menyebut pekerjaan mereka penting dan sangat dihargai. Namun para kritikus menilai kelompok itu mempunyai ikatan dengan teroris.

"Selama konflik 8 tahun di Suriah, SCD telah menyelamatkan lebih dari 115.000 orang, termasuk banyak etnis dan agama minoritas," kata Gedung Putih, yang mengumumkan bantuan itu seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (23/10/2019).

Namun terkait angka bantuan yang diberikan oleh Trump bersumber dari White Helmets dan belum bisa diverifikasi. Organisasi ini sendiri baru ada sejak 2014.

Sebelumnya, Washington menjanjikan bantuan sebesar Rp70 miliar kepada kelompok itu dalam sebuah konferensi di bulan Maret. Pada Mei lalu, pemerintahan Trump mengumumkan akan berhenti mendanai White Helmets, namun sebulan kemudian mengirimkan Rp95 miliar ke kelompok itu.

Nama kelompok itu sangat menyesatkan, karena White Helmets hanya beroperasi di daerah yang dikuasai oleh militan anti-pemerintah Suriah, seperti afiliasi al-Qaeda Front al-Nusra, yang sekarang disebut HTS. Pertahanan sipil Suriah yang sebenarnya adalah bagian dari pemerintah telah dikenai sanksi oleh AS.

Saat ini White Helmets beroperasi semata-mata di bagian provinsi Idlib yang dikendalikan oleh para militan. Foto-foto militan bersenjata dengan lambang “White Helmets”, yang berpartisipasi dalam Operasi Perdamaian Musim Semi yang didukung oleh Turki melawan Kurdi di Suriah utara, telah muncul di jejaring sosial selama dua minggu terakhir.

Namun, AS terus mendorong sekutu dan mitranya untuk bergabung dalam dukungannya terhadap White Helmets, dan upaya untuk melindungi warga sipil, agama dan etnis minoritas, dan korban tidak bersalah lainnya dari konflik Suriah.

Pada bulan Desember 2018, Yayasan Studi Demokrasi yang berbasis di Rusia menyajikan bukti investigasi mereka di Suriah, menunjukkan kelompok itu terlibat dalam pementasan bahan kimia palsu dan serangan lainnya, mengambil organ orang-orang yang mereka pura-pura selamatkan, dan menjarah mayat-mayat tersebut.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump: Suriah...
Donald Trump: Suriah Kacau, Biarkan Saja, AS Jangan Terlibat!
AS Kirim Kendaraan Lapis...
AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
55 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved