Sudah Dikubur Dua Hari, Bayi Perempuan Ini Masih Hidup

Rabu, 16 Oktober 2019 - 00:08 WIB
Sudah Dikubur Dua Hari,...
Sudah Dikubur Dua Hari, Bayi Perempuan Ini Masih Hidup
A A A
NEW DELHI - Seorang bayi perempuan yang baru lahir telah dikubur hidup-hidup selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan oleh sebuah keluarga yang sedang menggali kuburan untuk bayi mereka sendiri. Meski telah dikubur selama dua hari, bayi di India itu masih hidup.

Awalnya, keluarga yang menemukan bayi tersebut bersiap untuk menguburkan putri kecil mereka yang lahir dalam kondisi meninggal di sebuah pemakaman di Uttar Pradesh, India. Mereka menemukan bayi itu di dalam pot tanah liat dan dibungkus dengan kain dua kaki di bawah tanah.

Mengutip ABC.net.au, Selasa (15/10/2019), bayi yang masih hidup itu kini dirawat dokter. Dia memiliki berat 1,1 kilogram dan menderita infeksi paru-paru. Dokter mengonfirmasi bahwa dari kondisinya, bayi itu telah berada di kuburan dangkal selama dua hari.

Si penemu bayi, Hitesh Kumar, mengatakan kepada media setempat bahwa dia mengira putrinya yang hendak dikuburkan hidup kembali karena mendengar suara tangisan bayi.

"Pada satu titik, saya berpikir bahwa anak perempuan saya menjadi hidup," kata Kumar. "Tapi suara itu sebenarnya berasal dari panci. Ketika panci dibuka, seorang bayi perempuan ada di dalam," ujarnya.

Bayi yang dikubur hidup-hidup tersebut membutuhkan lebih sedikit oksigen untuk bertahan hidup karena masih prematur. Sejak ditemukan, ia mendapatkan perawatan medis yang didanai oleh politisi lokal Rajesh Kumar Mishra.

Bayi itu telah diberi nama Seeta. Kondisinya kini stabil, tetapi masih menderita infeksi. Dokter memberinya makan setiap dua jam sekali. Polisi juga masih mencari orangtua kandungnya.

Pembunuhan bayi perempuan tidak biasa di India. Menurut data sensus 2011, di New Delhi saja negara itu memiliki 866 anak perempuan di bawah tujuh tahun untuk setiap 1.000 anak laki-laki.

Dr Neelam Singh, seorang ginekolog lokal, mengatakan masalah pembunuhan bayi masih merajalela. Namun, dia menambahkan, lebih banyak kasus ditemukan di negara bagian utara Uttar Pradesh dan Bihar.

Tingkat aborsi untuk bayi perempuan dilaporkan meningkat sejak teknologi ultrasonografi menjadi lebih mudah diakses pada tahun 1970-an, meskipun aborsi berdasarkan jenis kelamin dilarang pada tahun 1994.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
13 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
55 menit yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Menteri Kabinet...
Daftar Menteri Kabinet Merah Putih, Dilantik Prabowo Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved