Senator AS Ancam Ajukan 'Sanksi dari Neraka' untuk Hukum Turki

Kamis, 10 Oktober 2019 - 00:15 WIB
Senator AS Ancam Ajukan...
Senator AS Ancam Ajukan 'Sanksi dari Neraka' untuk Hukum Turki
A A A
WASHINGTON - Seorang senator terkemuka Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik mengungkapkan kekhawatirannya atas nasib bangsa Kurdi di timur laut Suriah yang menjadi sasaran operasi militer Turki. Ia berencana untuk memperkenalkan paket sanksi "menghancurkan" untuk menghukum Turki atas operasi militernya tersebut.

Senator Lindsey Graham telah berulang kali mengkritik keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah timur laut.

Dalam sebuah wawancara dengan Axios, Graham mengatakan, sanksi yang direncanakannya akan menyerang ekonomi dan militer Turki. Ia memperkirakan Senat AS dapat mengumpulkan suara untuk mengesampingkan potensi veto dari Presiden Trump.

"Siapa yang mendukung (serangan) Erdogan atas Kurdi?" Graham mengatakan kepada Axios, merujuk pada presiden Turki. Dia memperkirakan "efek riak yang menghancurkan" dari aksi Turki di Suriah.

Graham memperingatkan bahwa keputusan Trump untuk menarik pasukan membuka jalan bagi serangan Turki terhadap pasukan pimpinan Kurdi yang telah lama bersekutu dengan Washington.

"Presiden melakukan ini sepenuhnya mendapat saran orang lain. Dia akan mendapatkan 100% kredit jika dia tahu sesuatu yang kita tidak tahu. Dan dia akan mendapat 100% kesalahan. Tidak akan ada jalan tengah," ujar Graham seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/10/2019).

Dalam sebuah tweet pada hari Selasa lalu, Graham memperingatkan Ankara tentang "sanksi dari neraka" jika bergerak ke Suriah utara.

“Sanksi yang luas, dalam, dan dahsyat,” katanya.

Militer Turki dan pemberontak Suriah yang menjadi sekutunya melancarkan operasi di Suriah pada Rabu dengan serangan udara. Operasi ini akan didukung oleh tembakan artileri dan meriam howitzer.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan operasi itu bertujuan untuk menghilangkan "koridor teror" di sepanjang perbatasan Turki.

Ankara telah mencap milisi YPG Kurdi Suriah sebagai teroris karena hubungan mereka dengan para militan yang melakukan pemberontakan di Turki.

Erdogan mengatakan serangan itu bertujuan untuk menghilangkan ancaman dari YPG dan militan Negara Islam, serta membuka jalan bagi pengungsi Suriah di Turki untuk kembali setelah pembentukan "zona aman" di daerah tersebut.

“Erdogan bukan teman kita dan Kongres akan mundur. Kami tidak memberi Turki lampu hijau di Kongres dan kami tidak akan meninggalkan Kurdi. Jika presiden melakukannya, kami tidak akan melakukannya,”kata Graham dalam sebuah wawancara pada hari Rabu dengan Fox News Channel.
(ian)
Berita Terkait
Suriah Sebut Setiap...
Suriah Sebut Setiap Serangan Turki Sama dengan Kejahatan Perang
Turki Ingin AS Angkat...
Turki Ingin AS Angkat Kaki dari Irak dan Suriah
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
AS: Operasi Militer...
AS: Operasi Militer Turki ke Suriah Mengancam Stabilitas Regional
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
AS Prihatin Turki Terus...
AS Prihatin Turki Terus Gempur Basis Kurdi di Suriah
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
3 menit yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
1 jam yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
1 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
2 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
3 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved