Rusia Jajal Rudal Jelajah Kh-35, Senjata Momok bagi Barat

Jum'at, 27 September 2019 - 07:56 WIB
Rusia Jajal Rudal Jelajah...
Rusia Jajal Rudal Jelajah Kh-35, Senjata Momok bagi Barat
A A A
MOSKOW - Militer Moskow menguji tembak rudal jelajah subsonik Kh-35 dari sistem rudal Uran yang dipasang di sebuah kapal milik Armada Pasifik Rusia. Senjata yang diuji tembak di Laut Jepang ini menjadi momok bagi kapal-kapal militer Barat.

Kementerian Pertahanan Rusia yang dilansir kantor berita TASS, Kamis (26/9/2019), mengatakan misil jelajah itu ditembakkan ke sasaran laut.

"Rudal jelajah Kh-35 berhasil mencapai target permukaan yang melayang pada jarak lebih dari 50 kilometer. Sekitar 10 kapal perang dan kapal tambahan, serta pesawat terbang dari armada Armada Pasifik, terlibat dalam uji coba," kata kementerian tersebut tanpa merinci tanggal uji coba senjata tersebut.

Sebelumnya, kapal rudal kecil Smerch menembakkan rudal dari meriam otomatis 76-mm AK-176MA universal terbaru dan sistem artileri sistem anti-pesawat AK-630 kaliber kecil 30-mm.

Sebelumnya, perbaikan dan modernisasi kapal rudal kecil Smerch berlangsung di Pusat Perbaikan JSC North Eastern di Kamchatka serta pusat perbaikan kapal Dalzavod di Vladivostok. Selama periode waktu itu, Smerch dipersenjatai kembali dengan sistem rudal jelajah anti-kapal Uran, yang menggantikan sistem rudal Malakhit.

Uji coba senjata ini menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu yang mengatakan Moskow tidak membutuhkan kapal induk seperti yang dimiliki Amerika Serikat (AS). "Kami tidak membutuhkan kapal induk, kami membutuhkan senjata untuk menenggelamkannya," katanya.

Ketegangan antara Barat dan Rusia berada di ujung tanduk sejak Presiden AS Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir yang dikenal sebagai Perjanjian Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF).

Ketegangan juga memanas di Timur Tengah seperti yang terungkap pada hari Kamis bahwa Rusia akan memperluas pangkalan udara Khmeimim di Suriah.

Moskow sedang memperluas kemampuan militernya di Suriah dan membangun kembali landasan pendaratan kedua untuk memungkinkan fasilitas itu melayani lebih banyak pesawat.

Shoigu mengatakan militer Rusia berada di Suriah untuk membela rakyatnya. "AS menghabiskan banyak uang untuk kontraktor militer swasta, pada kapal induk. Nah, apakah Rusia benar-benar membutuhkan lima hingga sepuluh kelompok serangan kapal induk, mengingat kami tidak berniat menyerang siapa pun?," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Tidak Ada Masalah Teknologi,...
Tidak Ada Masalah Teknologi, Rusia Siap Tandingi AS dalam Perlombaan Rudal Jarak Menengah
Rusia Bersiap Kerahkan...
Rusia Bersiap Kerahkan Rudal Jelajah Kalibr di Pasifik, AS Cemas
AS Ternyata Uji Rudal...
AS Ternyata Uji Rudal Tomahawk sebelum Rusia Jajal Triad Nuklir
Iran Klaim Punya Rudal...
Iran Klaim Punya Rudal Jelajah Jarak Jauh Lebih Hebat dari Tomahawk AS
7 Fakta Rudal HAWK Israel...
7 Fakta Rudal HAWK Israel yang Diminta AS untuk Lawan Rusia
Rudal Jarak Pendek Baru...
Rudal Jarak Pendek Baru untuk Su-57 Rusia Kalahkan Kemampuan AS
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
35 menit yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
38 menit yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
2 jam yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
3 jam yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
3 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved