Trump Tuding Iran Serang Fasilitas Minyak Saudi, Tapi Ogah Perang

Selasa, 17 September 2019 - 09:44 WIB
Trump Tuding Iran Serang...
Trump Tuding Iran Serang Fasilitas Minyak Saudi, Tapi Ogah Perang
A A A
WASHINGTON - Sehari setelah mengatakan Amerika Serikat "lock and loaded" untuk menanggapi insiden serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang berbeda. Ia mengaku tidak ingin terburu-buru untuk melakukannya.

Trump mengatakan Iran kemungkinan berada di balik serangan terhadap minyak Arab Saudi. Namun ia menekankan tidak ingin berperang, karena itu akan membuat harga minyak melonjak dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik baru di Timur Tengah.

Dikatakan oleh Trump, AS masih menyelidiki apakah Iran berada di belakang serangan Saudi. "Tetapi tentu saja terlihat seperti itu pada saat ini," ucap Trump.

Meski begitu, Trump menjelaskan, biar bagaimanapun ia tidak akan tergesa-gesa untuk masuk ke dalam konflik baru atas nama Arab Saudi.

"Saya seseorang yang tidak ingin berperang," kata Trump.

“Kami memiliki banyak opsi tetapi saya tidak melihat opsi saat ini. Kami ingin menemukan secara pasti siapa yang melakukan ini,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/9/2019).

Trump pun menegaskan jika dirinya belum membuat komitmen untuk melindungi Saudi.

"Tidak, saya belum berjanji pada orang Saudi. Kami harus duduk bersama Saudi dan menyelesaikan sesuatu, ” ucapnya.

"Itu serangan terhadap Arab Saudi, dan itu bukan serangan terhadap kami. Tapi kami pasti akan membantu mereka," sambungnya.

Beberapa anggota Kabinet Trump, termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Energi Rick Perry, menyalahkan Teheran atas serangan itu. Terkait hal itu, Trump mengatakan Pompeo akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi.

"Pompeo dan lainnya akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi segera," kata Trump. (Baca juga: Houthi Serang Situs Minyak Saudi, AS Salahkan Iran )

Iran telah menolak tuduhan AS yang menuding mereka berada di balik serangan pada hari Sabtu lalu. Serangan itu merusak pabrik pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia dan memicu lonjakan terbesar dalam harga minyak mentah dalam beberapa dekade.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan serangan itu dilakukan oleh "orang Yaman" sebagai balasan atas serangan koalisi militer pimpinan Arab Saudi dalam perang dengan kelompok Houthi.

"Orang-orang Yaman menggunakan hak pertahanan mereka yang sah," kata Rouhani kepada wartawan saat kunjungan ke Ankara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menyebut tuduhan itu tidak dapat diterima dan sama sekali tidak berdasar.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kunjungi...
Donald Trump Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan
Terungkap, Trump Tiba-tiba...
Terungkap, Trump Tiba-tiba Hentikan Project Freedom karena Arab Saudi Marah
Donald Trump Berharap...
Donald Trump Berharap Arab Saudi Berdamai dengan Israel
Donald Trump: Saya Akan...
Donald Trump: Saya Akan Selalu Melindungi Arab Saudi
Harga Minyak Terjun...
Harga Minyak Terjun Bebas, Trump Kirim Ancaman ke Arab Saudi
Trump: AS Batal Serang...
Trump: AS Batal Serang Iran Hari Ini atas Permintaan 3 Negara Arab
Berita Terkini
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
19 menit yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
1 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
2 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
3 jam yang lalu
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
4 jam yang lalu
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
5 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved