AS Jual Senjata Senilai Rp45,5 Triliun kepada Arab Saudi

Kamis, 25 Juli 2024 - 16:15 WIB
loading...
AS Jual Senjata Senilai...
Arab Saudi membeli peralatan militer senilai Rp45,5 triliun kepada Amerika Serikat. Foto/EPA
A A A
RIYADH - Amerika Serikat (AS) telah menyetujui potensi penjualan besar peralatan militer senilai USD2,8 miliar (Rp45,5 triliun) ke Arab Saudi. Itu menjadikan Washington terus menjadi salah satu pemasok senjata utama bagi kerajaan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penjualan potensial utama yang "akan meningkatkan kemampuan Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah ancaman saat ini dan masa depan dengan memberikan dukungan pelatihan dan pemeliharaan bagi platform dan armada pesawat Angkatan Udara Kerajaan Saudi yang ada."

Penjualan tersebut juga akan mendukung tujuan keamanan nasional AS dan tujuan kebijakan luar negeri di kawasan tersebut. Senjata tersebut juga mencakup logistik sistem dan dukungan pemeliharaan.

"Arab Saudi meminta untuk membeli dukungan dan layanan logistik lanjutan, termasuk untuk perangkat keras dan dukungan Joint Mission Planning Software (JMPS); perangkat kriptografi KIV-77/78 dan dukungannya; suku cadang dan suku cadang perbaikan," demikian keterangan Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Departemen Luar Negeri AS, dilansir Middle East Monitor.

Sebelumnya, pada Mei 2024, AS mencabut larangan penjualan senjata ofensif ke Arab Saudi, kemungkinan. Segera setelah menjabat pada tahun 2021, Presiden AS Joe Biden memperketat sikap negara tersebut atas kampanye Arab Saudi melawan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman, yang telah menimbulkan banyak korban sipil.

Pemerintahan Biden awalnya menghapus Houthi dari daftar pengawasan teroris pada tahun 2021, di tengah kekhawatiran bahwa penunjukan tersebut menghambat upaya untuk mengurangi krisis kemanusiaan di Yaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved