Penyelidik PBB Sebut Rusia, AS, dan Suriah Lakukan Kejahatan Perang

Rabu, 11 September 2019 - 21:41 WIB
Penyelidik PBB Sebut...
Penyelidik PBB Sebut Rusia, AS, dan Suriah Lakukan Kejahatan Perang
A A A
JENEWA - Komisi Penyelidikan PBB untuk Suriah dalam laporannya mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS), Suriah, dan Rusia telah melakukan kejahatan perang di Suriah. Dalam laporannya, penyelidik PBB menyebut, serangan yang dilakukan ketiga negara itu banyak menewaskan dan melukai warga sipil tidak bersalah.

Penyelidik PBB mengatakan, serangan udara oleh pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah telah membunuh atau melukai banyak warga sipil. Hal ini, menurut penyelidik PBB, menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang diperlukan diabaikan dan kejahatan perang mungkin telah dilakukan.

Suriah dan Rusia, papar penyelidik PBB, juga melakukan kampanye mematikan yang tampaknya menargetkan fasilitas medis, sekolah, pasar, dan tanah pertanian dan yang juga bisa dianggap sebagai kejahatan perang.

Para penyelidik juga menuduh Hayat Tahrir al-Sham, yang lebih dikenal sebagai Nusra Front yang merupakan kelompok bersenjata di Idlib, menembakkan roket tanpa pandang bulu dan membunuh warga sipil.

"Komisi menemukan bahwa ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa pasukan koalisi internasional mungkin tidak mengarahkan serangan mereka pada tujuan militer tertentu, atau gagal melakukannya dengan tindakan pencegahan yang diperlukan," bunyi laporan itu, seperti dilansir Reuters pada Rabu (11/9).

"Meluncurkan serangan tanpa pandang bulu yang mengakibatkan kematian atau cedera pada warga sipil sama dengan kejahatan perang dalam kasus-kasus di mana serangan semacam itu dilakukan secara sembarangan," sambungnya.

Dalam laporanya, penyelidik PBB mengatakan bahwa serangan yang dilakukan pasukan SDF yang didukung oleh helikopter tempur koalisi AS membunuh dan melukai warga sipil di Shahil dan bagian lain dari provinsi Deir al-Zor, yang merupakan pelanggaran nyata lebih lanjut terhadap hukum internasional.

"Pasukan pemerintah Suriah melakukan serangan udara berulang kali di Saraqib, di provinsi barat laut Idlib pada 9 Maret, merusak rumah sakit anak-anak dan wanita Al-Hayat, meskipun pasukan pro-pemerintah sadar akan koordinatnya. Di Idlib pada 14 Mei, pasukan pro-pemerintah menembakan dua sampai empat rudal ke pasar ikan dan sekolah dasar untuk anak perempuan di Jisr al-Shughur", menewaskan sedikitnya 8 warga sipil," paparnya.

"Serangan semacam itu mungkin sama dengan kejahatan perang karena secara sengaja menyerang benda-benda yang dilindungi dan dengan sengaja menyerang petugas medis," tukasnya.

Laporan ini didasarkan pada penyeldiian yang dilakukan sejak awal tahun hingga Juli dan didasarkan pada hampir 300 wawancara dan analisis citra satelit, foto, dan video.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
1 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
2 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
3 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
4 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
5 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved