Dukung Program Nuklir, Saudi Berencana untuk Perkaya Uranium

Selasa, 10 September 2019 - 04:29 WIB
Dukung Program Nuklir,...
Dukung Program Nuklir, Saudi Berencana untuk Perkaya Uranium
A A A
RIYADH - Arab Saudi menyatakan ingin memperkaya uranium di masa depan untuk mendorong program tenaga nuklir yang direncanakan. Ini adalah langkah sensitif yang dapat mempersulit keterlibatan perusahaan Amerika Serikat (AS) dalam rencana itu.

Eksportir minyak utama dunia itu mengatakan ingin menggunakan logam untuk mendiversifikasi campuran energinya. Tetapi, pengayaan uranium juga membuka kemungkinan penggunaan nuklir oleh militer, masalah yang menjadi pusat kekhawatiran Barat dan regional atas program nuklir Iran.

"Kami melanjutkannya dengan hati-hati, kami bereksperimen dengan dua reaktor nuklir," kata Menteri Energi Saudi, Abdulaziz bin Salman, merujuk pada rencana untuk mengeluarkan tender untuk dua reaktor tenaga nuklir pertama negara Teluk Arab itu.

Abdulaziz, seperti dilansir Reuters pada Selasa (10/9), mengatakan bahwa pada akhirnya Saudi ingin melanjutkan siklus penuh program nuklir, termasuk produksi dan pengayaan uranium untuk bahan bakar.

Tender ini diharapkan akan diluncurkan pada tahun 2020, dengan perusahaan-perusahaan AS, Rusia, Korea Selatan, China, dan Prancis terlibat dalam pembicaraan awal tentang proyek multi-miliar dolar.

Tetapi masalah pengayaan uranium telah menjadi masalah besar dengan Washington, terutama setelah Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan pada tahun 2018 bahwa kerajaan SRiyahd akan mengembangkan senjata nuklir jika Teheran melakukannya.

Agar perusahaan-perusahaan AS bersaing untuk proyek Saudi, Riyadh biasanya perlu menandatangani kesepakatan tentang penggunaan damai teknologi nuklir dengan Washington, di bawah Undang-Undang Energi Atom AS.

Tapi, para pejabat Saudi mengatakan mereka tidak akan menandatangani kesepakatan yang akan membuat Riyadh kehilangan kemungkinan untuk memperkaya uranium atau memproses ulang bahan bakar bekas di masa depan, keduanya merupakan jalur potensial untuk membangun bom.
(poe)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
26 menit yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
5 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
7 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved