Eks Bos CIA: Putin Hadiah Terbesar untuk NATO setelah Perang Dingin

Minggu, 08 September 2019 - 02:08 WIB
Eks Bos CIA: Putin Hadiah...
Eks Bos CIA: Putin Hadiah Terbesar untuk NATO setelah Perang Dingin
A A A
ROMA - Mantan direktur CIA Amerika Serikat (AS), David Petraeus, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin adalah hadiah terbesar untuk NATO sejak Perang Dingin berakhir. Menurutnya, sosok orang nomor satu Kremlin itu telah memberi alasan bagi NATO untuk "hidup lagi".

Berbicara di Forum Ambrosetti di Italia pada hari Jumat, Petraeus mengatakan bahwa NATO sekarang lebih mampu daripada beberapa tahun silam.

Dia menjelaskan bahwa gesekan baru-baru ini antara negara-negara anggota NATO telah benar-benar menggalang kerja sama dan menyebabkan peningkatan pengeluaran untuk pertahanan. Namun, dia juga mengatakan ada dua faktor utama lainnya yang berperan.

"Salah satunya adalah hadiah terbesar bagi NATO sejak akhir Perang Dingin dan itu adalah Valdimir Putin dan tindakan agresifnya yang telah memberi NATO alasan untuk hidup kembali, jika Anda mau, dengan cara yang sangat signifikan," katanya kepada jurnalis CNBC, Steve Sedgwick.

"Dan juga bahwa negara-negara Eropa, betapapun rapuhnya ekonomi Uni Eropa sekarang, tentu (mereka) sudah lama keluar dari krisis Euro, sehingga mereka dapat menyumbangkan uang untuk NATO juga," ujar mantan bos NATO tersebut, yang dilansir Minggu (8/9/2019).

Latihan militer NATO di Polandia yang dipimpin AS dan negara-negara Baltik telah membuat marah Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Penempatan sistem rudal Aegis Ashore di Rumania dan Polandia juga membuat Moskow kesal.

AS telah menarik diri dari Perjanjian Angkatan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987 dengan Rusia pada bulan Agustus lalu. Kedua belah pihak saling menuduh sebagai pelanggar perjanjian sebelum traktat INF runtuh.

Setelah runtuh, AS langsung menguji coba rudal jelajah bebasis darat pada Agustus lalu. Tes senjata yang dilarang oleh perjanjian INF itu dikecam Rusia dan dianggap sebagai tindakan provokatif.

Pada hari Kamis, Putin mengatakan kepada audiensi bahwa Rusia akan menghasilkan rudal baru yang akan dilarang di bawah perjanjian INF. Namun, dia menjamin bahwa Moskow tidak akan mengerahkan senjata itu kecuali Washington melakukannya lebih dulu.

Petraueus, seorang pensiunan jenderal bintang empat Angkatan Darat AS, pernah menjabat sebagai komandan Komando Pusat AS, dan komandan pasukan koalisi di Afghanistan. Dia mengatakan bahwa China sebenarnya adalah fokus terbesar bagi AS, meskipun Rusia secara tidak sengaja menyebabkan kebangkitan untuk NATO.

"Saya pikir satu-satunya perkembangan terbesar di dunia abad ini adalah kelanjutan kebangkitan China," katanya kepada CNBC.
(mas)
Berita Terkait
Terungkap, di Sini Lokasi...
Terungkap, di Sini Lokasi Rudal Nuklir 9M370 Burevestnik Rusia yang Tak Terkalahkan
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Rusia Bersiap Produksi Rudal Terlarang
Senjata Super, Putin...
Senjata Super, Putin Klaim Rusia Sukses Uji Coba Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
Rusia Keluar dari Perjanjian...
Rusia Keluar dari Perjanjian Rudal Nuklir dengan AS, Warning Keras untuk NATO
Rudal Jelajah Nuklir...
Rudal Jelajah Nuklir Burevestnik Rusia Miliki Waktu Berkeliaran Hampir Tak Terbatas
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
58 menit yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
4 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
6 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
8 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
9 jam yang lalu
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved