Wanti-wanti Serangan dari Kolombia, Maduro Perintahkan Latihan Militer

Rabu, 04 September 2019 - 14:12 WIB
Wanti-wanti Serangan...
Wanti-wanti Serangan dari Kolombia, Maduro Perintahkan Latihan Militer
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan angkatan bersenjata untuk waspada terhadap serangan oleh pemerintah Kolombia. Ia juga mengumumkan latihan militer di perbatasan di tengah kembalinya sekelompok mantan komandan kelompok pemberontak Kolombia mengangkat senjata.

Mantan gerilyawan FARC pada hari Kamis mengumumkan kembali mengangkat senjata dalam sebuah video yang diyakini otoritas Kolombia dibuat di Venezuela. Hal ini memicu kekhawatiran memburuknya konflik bersenjata Kolombia dan perluasan kelompok-kelompok bersenjata di Venezuela. (Baca juga: Mantan Pemimpin Pemberontak Kolombia Umumkan Kembali Angkat Senjata )

“Saya telah memerintahkan komandan operasi strategis Angkatan Bersenjata Bolivarian dan semua unit militer di perbatasan untuk mengumumkan peringatan dalam menghadapi ancaman agresi Kolombia ke Venezuela,” kata Maduro dalam siaran televisi seperti dilansir dari Reuters, Rabu (4/9/2019).

Maduro mengatakan satu set latihan militer yang dilakukan setiap tahun akan diadakan antara 10 September dan 29 September di negara bagian Zulia, Tachira, Apure dan Amazonas, yang berbatasan dengan Kolombia. Ini adalah latihan ketiga kalinya tahun ini.

Terlepas dari retorika dramatis, pernyataan tersebut konsisten dengan perselisihan yang sering terjadi antara kedua negara selama lebih dari satu dekade yang kadang-kadang termasuk gerakan pasukan untuk efek politik. Perselisihan sebelumnya telah berakhir dengan rekonsiliasi dendam.

Kementerian Luar Negeri Kolombia menolak berkomentar. Pihak berwenang Kolombia sendiri telah berulang kali membantah berencana untuk menyerang Venezuela.

Amerika Serikat (AS), yang telah meluncurkan serangkaian sanksi luas terhadap pemerintah Maduro dalam upaya untuk mempercepat kejatuhannya, mengatakan pemerintah Venezuela menyediakan tempat yang aman bagi kelompok-kelompok bersenjata Kolombia.

Sebelumnya, pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mendukung penggunaan satelit untuk membantu menemukan kelompok gerilya yang telah menyeberang ke Venezuela.

"Kami akan mengesahkan penggunaan teknologi satelit untuk memfasilitasi lokasi kelompok-kelompok tak beraturan ini, kamp-kamp di perbatasan negara," kata Guaido dalam presentasi yang disiarkan televisi.

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah Kolombia dalam kegiatan intelijen," imbuhnya.

Kementerian Informasi Venezuela tidak segera menanggapi pernyataan dari Guaido tersebut.

Guaido pada bulan Januari mengutip konstitusi mengangkat dirinya menjadi presiden sementara setelah menyatakan pemilu pada 2018 yang dimenangkan Maduro sebagai lelucon. Dia telah diakui oleh lebih dari 50 negara, termasuk AS dan Kolombia, sebagai presiden sah Venezuela. Meski begitu ia tidak mengendalikan institusi negara.

Presiden Kolombia Ivan Duque telah berjanji untuk mempersekusi kelompok pemberontak itu, yang para pemimpinnya mengatakan mereka kembali ke perjuangan bersenjata karena Duque telah mengkhianati perjanjian damai 2016 yang mengarah pada demobilisasi FARC.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Kolombia Sebut...
Presiden Kolombia Sebut Rezim Maduro Ingin Beli Rudal Iran
Pakar HI: Penangkapan...
Pakar HI: Penangkapan Maduro Tidak Sesuai dengan Piagam PBB
Ribuan Orang Berunjuk...
Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Kolombia Menentang Imperialisme AS
Genting! 30.000 Pasukan...
Genting! 30.000 Pasukan Kolombia Dikerahkan ke Perbatasan Venezuela
Usai Maduro Diculik...
Usai Maduro Diculik AS, Kolombia Bersiap Terima Jutaan Pengungsi Venezuela
Negara Mana yang Menampung...
Negara Mana yang Menampung Warga Venezuela Paling Banyak?
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
20 menit yang lalu
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
1 jam yang lalu
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
4 jam yang lalu
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
5 jam yang lalu
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved