Demo Rusuh Anti-Orang Asing Pecah di Afrika Selatan, 5 Tewas

Rabu, 04 September 2019 - 06:41 WIB
Demo Rusuh Anti-Orang...
Demo Rusuh Anti-Orang Asing Pecah di Afrika Selatan, 5 Tewas
A A A
CAPE TOWN - Demonstrasi anti-orang asing berakhir dengan kerusuhan mematikan di Afrika Selatan (Afsel), hari Selasa. Lima orang tewas dalam serangan xenophobia tersebut.

Presiden Cyril Ramaphosa bersumpah akan menindak apa yang dia sebut sebagai "tindakan kekerasan sewenang-wenang". Demo anti-orang asing itu membuat Uni Afrika dan Nigeria mengeluarkan peringatan.

Polisi menembakkan peluru karet dan menangkap 189 orang di kota Alexandra pada hari Selasa, sehari setelah bentrok dengan penjarah. Media lokal melaporkan, sasaran penjarahan adalah bisnis milik asing di beberapa bagian kota.

Menurut polisi setempat, sebagian besar yang tewas adalah warga Afrika Selatan.

"Saya bertemu para menteri di gugus keamanan hari ini untuk memastikan bahwa kami mengawasi tindakan kekerasan sewenang-wenang ini dan menemukan cara untuk menghentikan mereka," kata Presiden Ramaphosa dalam sebuah posting di Twitter.

"Tidak ada pembenaran bagi Afrika Selatan untuk menyerang orang dari negara lain," katanya lagi, dikutip Al Jazeera, Rabu (4/9/2019).

Batu, batu bata dan peluru karet memenuhi jalan-jalan kosong Alexandra. Menurut laporan jurnalis Al Jazeera di tempat kejadian polisi menembakkan peluru karet ke kerumunan sekitar 50 orang yang melemparkan batu.

Sekitar dua lusin toko, yang dimiliki oleh orang asing dan penduduk setempat, dirusak dan dijarah.

"Mereka membakar segalanya," kata pemilik toko asal Bangladesh, Kamrul Hasan kepada kantor berita AFP di Alexandra. Menurutnya, tokonya diserang setiap tiga hingga enam bulan.

"Semua uang saya hilang. Jika pemerintah (Afrika Selatan) membayar tiket pesawat saya, saya akan kembali ke Bangladesh," kata pria 27 tahun itu.

Juru bicara kepolisian Afrika Selatan Lungelo Dlamini mengatakan motif di balik kerusuhan pada Selasa tidak jelas.

"Mereka hanyalah penjahat yang menjarah dan mengambil keuntungan dari situasi ini," katanya kepada Al Jazeera.

Sebelumnya, pada hari Senin, polisi menangkap lebih dari 91 orang setelah pengunjuk rasa membakar mobil dan menjarah lusinan toko.
(mas)
Berita Terkait
5 Fakta Bangladesh Ajukan...
5 Fakta Bangladesh Ajukan Diri Bergabung dengan BRICS
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
Ibu Ini Paksa Putrinya...
Ibu Ini Paksa Putrinya yang Down Syndrome Berhubungan Seks dengan Pria demi Uang
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
Berita Terkini
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
34 menit yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
1 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
2 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
2 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
2 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
3 jam yang lalu
Infografis
30 Orang Tewas Akibat...
30 Orang Tewas Akibat Bentrok Antaretnis yang Pecah di India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved