Putin Bikin 'Senjata Kiamat' Tak Tercegat, Pakar Sebut Mimpi Buruk

Kamis, 29 Agustus 2019 - 11:14 WIB
Putin Bikin Senjata...
Putin Bikin 'Senjata Kiamat' Tak Tercegat, Pakar Sebut Mimpi Buruk
A A A
WASHINGTON - Presiden Vladimir Putin mengklaim Rusia sedang mengembangkan sejumlah senjata termasuk rudal jelajah bertenaga nuklir yang tak tak bisa dicegat oleh sistem pertahanan mana pun. Para pakar menilai senjata yang digambarkan media-media Barat sebagai "senjata kiamat" itu sebagai mimpi buruk dan berbahaya.

Amerika Serikat (AS) sudah lama mengetahui proyek itu dan menganggapnya sebagai teknologi yang terlalu mahal, terlalu rumit, terlalu berhaya dan tidak perlu dikejar. Senjata semacam ini pernah jadi tujuan Amerika dan Uni Soviet selama Perang Dingin, namun kedua pihak meninggalkan proyek tersebut setelah Perang Dingin berakhir.

"Selama Perang Dingin, baik AS dan Uni Soviet sedang melihat setiap ide yang mungkin untuk bagaimana menyelesaikan masalah kerusakan yang dipastikan ini," kata John Pike, pendiri GlobalSecurity.org, kepada Business Insider, yang dikutip Kamis (29/8/2019).

Menurut Pike, kedua pihak mengejar ide-ide itu, namun secara teoritis terkadang gagal untuk menutup celah penting antara yang mungkin dan yang bermanfaat secara militer.

Pakar nonproliferasi Jeffrey Lewis menyatakan, dalam masa kompetisi kekuatan besar yang diperbarui, AS dan Rusia—penerus Soviet—bergerak menuju perlombaan senjata baru. "Entah karena nostalgia yang aneh atau karena tidak ada yang bisa memikirkan hal lain yang lebih baik untuk dilakukan," katanya.

Proyek "senjata kiamat" Rusia itu sejatinya sudah diungkap Putin sejak tahun lalu. Beberapa senjata yang dikembangkan itu adalah rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik, yang oleh NATO disebut SSC-X-9 Skyfall.

Presiden Putin blakblakan mengatakan tujuan pembuatan misil seperti itu untuk mengalahkan sistem pertahanan rudal Amerika.

"Sebuah rudal jelajah bertenaga nuklir adalah ide yang keterlaluan, salah satunya yang dianggap dan ditolak oleh Amerika Serikat sebagai mimpi buruk teknis, strategis, dan lingkungan," kata Lewis, direktur Program Nonproliferasi Asia Timur untuk James Martin Center for Nonproliferation Studies di Institut Studi Internasional Middlebury di Monterey.

AS bukannya tidak membuat senjata semacam itu. Pada 1960-an, Washington mengembangkan rudal jelajah bertenaga nuklir versinya sendiri yang dikenal sebagai Pluto Project. Namun, proyek itu diklaim telah ditinggalkan. "Itu ide yang buruk," kata Pike, yang merupakan pakar terkemuka di bidang pertahanan, antariksa dan kebijakan intelijen.

"Itu ide yang bodoh," katanya lagi. Dia kemudian membandingkan dengan proyek pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) tradisional AS seperti Minuteman. "Itu jauh lebih sederhana, jauh lebih murah, dan jauh lebih efektif untuk membakar musuh," ujarnya.

Pike, yang sangat skeptis dengan klaim Rusia, mencirikan rudal jelajah bertenaga nuklir rezim Putin itu sebagai "tindakan putus asa".

Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika, mengatakan kepada Task & Purpose baru-baru ini bahwa AS menyerah pada pengembangan rudal jelajah bertenaga nuklir. "Karena itu terlalu sulit, terlalu berbahaya, dan terlalu mahal," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Rusia Bersiap Produksi Rudal Terlarang
Senjata Super, Putin...
Senjata Super, Putin Klaim Rusia Sukses Uji Coba Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
Rudal Jelajah Nuklir...
Rudal Jelajah Nuklir Burevestnik Rusia Miliki Waktu Berkeliaran Hampir Tak Terbatas
Rusia Beritahu Amerika...
Rusia Beritahu Amerika Serikat: Kami Latihan Kekuatan Nuklir!
Vladimir Putin: Rudal...
Vladimir Putin: Rudal AS di Jerman Bisa Bawa Nuklir 10 Menit ke Rusia
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
5 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
6 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
7 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
8 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
9 jam yang lalu
Infografis
Putin Umumkan Gencatan...
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sepihak selama 30 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved