China Bebaskan Staf Konsulat Inggris

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:29 WIB
China Bebaskan Staf...
China Bebaskan Staf Konsulat Inggris
A A A
BEIJING - China telah membebaskan seorang staf Konsulat Inggrid di Hong Kong yang ditahan di perbatasan. Ia ditahan saat mengunjungi kota Shenzen, di dekat Hong Kong.

Staf konsulat Inggris, Simon Cheng, dilaporkan hilang setelah ia dihentikan di kota perbatasan China, Shenzen, dan tidak masuk kerja pada 8 Agustus lalu.

Melalui akun Weibo, platform media sosial mirip Twitter, pihak kepolisian di distrik Luoho, Shenzen, mengatakan Cheng ditahan selama 15 hari karena melanggar peraturan keamanan publik. Polisi mengatakan Cheng dibebaskan sesuai jadwal pada hari Sabtu dan hak dan kepentingan hukumnya telah dikembalikan. Mereka juga mengatakan Cheng telah mengakui tuduhan terhadapnya.

Para pejabat dari pemerintah Inggris mengatakan awal pekan ini bahwa mereka "sangat prihatin" atas keselamatan Cheng. (Baca juga: Pekerja Konsulat Inggris Dilaporkan Ditahan China )

Dalam sebuah postingan di media sosial pagi ini, pihak keluarga Cheng mengeluarkan pernyataan singkat yang mengkonfirmasi bahwa dia sudah kembali ke rumah.

"Simon telah kembali ke Hong Kong; terima kasih semuanya atas dukungan Anda!" kata pihak keluarga

"Simon dan keluarganya berharap punya waktu untuk beristirahat dan pulih, dan tidak akan mengambil wawancara apa pun untuk saat ini," sambung pernyataan itu.

"Kami akan meminta media dan teman-teman untuk memberi mereka waktu dan ruang, dan kami akan menjelaskan lebih lanjut nanti," demikian bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Mirror, Sabtu (24/8/2019).

Sebelum hilang tanpa kabar, belakangan diketahui ditahan oleh otoritas China, Cheng mengatakan kepada pacarnya bahwa ia telah menghapus pesan di teleponnya sebelum mencapai perbatasan.

Pacarnya mengatakan kepada HK01.com, sebuah situs web berita, bahwa dia terakhir kali mendengar kabar darinya sekitar pukul 10.40 malam, ketika dia mengatakan bahwa dia berada di kereta berkecepatan tinggi yang akan memasuki Hong Kong.

"Melewati," tulisnya. "Doakan saya," sambung pesan itu.

Simon hilang setelah aksi protes pro demokrasi yang terjadi selama berminggu-minggu di Hong Kong, yang telah menyebabkan kontrol perbatasan yang ketat.

Warga dan jurnalis asing dikatakan telah dihentikan oleh para pejabat di perbatasan dan diminta menyerahkan peralatan elektronik untuk diperiksa dan menghapus gambar yang terkait dengan aksi protes tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Inggris Siap Tampung...
Inggris Siap Tampung Warga Hong Kong
Inggris Peringatkan...
Inggris Peringatkan China: Jangan Rusak Permata Hong Kong
Bersitegang dengan Inggris,...
Bersitegang dengan Inggris, China Siapkan Serangan Balik yang Kuat
China Murka Inggris...
China Murka Inggris Tawarkan Kewarganegaraan pada Penduduk Hong Kong
Inggris Tawarkan Kewarganegaraan...
Inggris Tawarkan Kewarganegaraan kepada Tiga Juta Warga Hong Kong
China Desak Inggris...
China Desak Inggris Tinggalkan Mentalitas Kolonial Dalam Isu Hong Kong
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
8 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
9 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
10 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
11 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
13 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
13 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved