AS: Persekusi Atas Nama Agama Meningkat di China, Iran dan Myanmar

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 04:15 WIB
AS: Persekusi Atas Nama...
AS: Persekusi Atas Nama Agama Meningkat di China, Iran dan Myanmar
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyebut persekusi atas nama agama terus meningkat di beberapa negara, khususnya di China, Iran dan Myanmar. Penilaian ini disampaikan saat peringatan Hari Internasional untuk Korban Tindak Kekerasan Atas Nama Agama atau Kepercayaan, 22 Agustus.

"Hari ini untuk pertama kalinya kita memperingati Hari Internasional untuk Korban Tindak Kekerasan Atas Nama Agama atau Kepercayaan. Hari ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya mendorong dan melindungi hak kebebasan beragama secara mutlak, dan konsekuensi ketika negara gagal melakukannya," kata Menteri Luar Negeri AS Michael Richard Pompeo, dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews.com, Jumat (23/8/2019) malam.

Pompeo mengatakan, mendorong kebebasan beragama atau berkeyakinan adalah tanggung jawab komunitas global."Hal ini merupakan prioritas utama kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Donald Trump," katanya.

Diplomat top Amerika ini menyoroti kasus persekusi atas nama agama yang terus meningkat di China, Iran, dan Burma atau Myanmar. "Untuk mengatasi tantangan ini, saya mengadakan Pertemuan Kedua Tingkat Menteri untuk Memajukan Kebebasan Beragama di Washington bulan lalu," ujar Pompeo.

Pompeo mengatakan, peristiwa terbesar untuk pertemuan sejenis ini dalam sejarah Departemen Luar Negeri AS mempertemukan lebih dari seribu anggota masyarakat sipil dan komunitas keagamaan, lebih dari seratus pemerintahan, dan penyintas persekusi agama dari hampir setiap komunitas keagamaan ataupun yang bukan.

"Bersama-sama, kami mengirimkan pesan yang jelas lintas-agama, politik, dan etnik tentang komitmen global memerangi persekusi dan mendorong kebebasan beragama untuk semua masyarakat," papar Pompeo.

"Tidak seorang pun harus menghadapi persekusi karena keyakinan mereka, karena mengubah keyakinan, ataupun karena berpindah komunitas kepercayaan. Semua pemerintahan memiliki tugas untuk melindungi masyarakat dari bahaya tanpa memandang kepercayaan mereka, dan meminta pertanggungjawaban dari pelaku persekusi," imbuh mantan direktur CIA tersebut.
(mas)
Berita Terkait
AS: Penindasan Myanmar...
AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
Junta Myanmar Tolak...
Junta Myanmar Tolak Tuduhan AS Soal Genosida Muslim Rohingya
Pengadilan AS Diminta...
Pengadilan AS Diminta Paksa Facebook Rilis Data Pejabat Myanmar
Rohingya Tuntut Facebook...
Rohingya Tuntut Facebook Rp2,8 Kuadriliun karena Memicu Genosida di Myanmar
Bangladesh Minta Bantuan...
Bangladesh Minta Bantuan China Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Berita Terkini
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
33 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
1 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
2 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
4 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved