Rohingya Menolak Dikirim Kembali ke Myanmar

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 10:17 WIB
Rohingya Menolak Dikirim...
Rohingya Menolak Dikirim Kembali ke Myanmar
A A A
COXS BAZAR - Upaya untuk memulai repatriasi ribuan Muslim Rohingya di Bangladesh gagal setelah hampir 300 keluarga pengungsi menolak kembali ke Myanmar.

Langkah repatriasi ini dilakukan setahun setelah upaya serupa juga gagal karena diprotes para pengungsi. Pekan lalu, Bangladesh dan Myanmar menyatakan telah menyepakati 22 Agustus sebagai awal pemulangan 3.450 orang yang telah disetujui Myanmar untuk repatriasi.

Saat ini lebih dari 730.000 Rohingya berada di Bangladesh setelah lari dari Rakhine, saat operasi militer Myanmar pada 2017. Kini mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian yang padat di Bangladesh.

Sejak rencana repatriasi diumumkan, staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bangladesh telah mewawancarai mereka yang telah diizinkan untuk kembali. Mereka dipilih dari daftar lebih 22.000 orang yang dikirim Bangladesh ke Myanmar. Wawancara dilakukan untuk memastikan apakah mereka rela kembali ke Myanmar.

“Tak satu pun dari 295 keluarga itu yang bersedia kembali ke Myanmar,” ungkap pejabat komisioner repatriasi dan pemulihan pengungsi Bangladesh Mohammad Abul Kalam meski sejumlah bus dan truk telah disiapkan untuk membawa mereka melintasi perbatasan.

“Ini proses yang berlanjut. Kami mewawancarai keluarga lain yang telah diizinkan oleh pemerintah Myanmar dan jika ada siapa pun yang menyatakan keinginan untuk kembali, kami akan mengembalikan mereka. Semua persyaratan struktural dan fasilitas logistik telah disiapkan,” ujar Abdul.

Direktur Kementerian Kesejahteraan Sosial Myanmar Min Thein menyatakan, para pejabat telah dikirim untuk menyambut siapa pun pengungsi yang tiba di pusat penerimaan di perbatasan. Meski demikian, direktur departemen administrasi umum Rakhine, Kyaw Swar Tun menolak berkomentar. “Saya tak ada apapun untuk dikatakan,” ujar Kyaw, dilansir Reuters.

Upaya sebelumnya untuk membujuk Rohingya kembali ke Rakhine telah gagal akibat penolakan dari para pengungsi. Upaya repatriasi pada November lalu memicu kekhawatiran dan kebingungan di kamp pengungsi dan akhirnya dibatalkan karena diprotes Rohingya.

PBB dan negara-negara Barat menyatakan operasi militer pada Agustus 2017 disertai dengan pembunuhan massal dan pemerkosaan. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
48 menit yang lalu
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
1 jam yang lalu
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
2 jam yang lalu
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
4 jam yang lalu
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
5 jam yang lalu
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved