India Desak Interpol Terbitkan Red Notice terhadap Zakir Naik

Kamis, 22 Agustus 2019 - 23:47 WIB
India Desak Interpol...
India Desak Interpol Terbitkan Red Notice terhadap Zakir Naik
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India mendesak Interpol (International Crime Organization) untuk menerbitkan red notice terhadap penceramah kontroversial Zakir Naik . New Delhi juga menyambut baik keputusan polisi Malaysia yang melarang penceramah itu berceramah di depan umum.

Red notice adalah dokumen yang berisi permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk memburu dan menahan seseorang hingga proses ekstradisi dapat dilakukan. Desakan New Delhi itu sebagai langkah lanjut untuk membawa Zakir Naik kembali ke negara asalnya.

Mengutip Hindustan Times, Kamis (22/8/2019), desakan kepada Interpol itu disampaikan Enforcement Directorate (ED) India. Penceramah yang sedang diburu otortitas hukum New Delhi itu tinggal di Malaysia setelah diberikan status permanent resident (PR) atau penduduk tetap oleh pemerintah era perdana menteri Najib Razak.

"Kami dipersenjatai dengan surat perintah penangkapan yang tidak tersedia dan sesuai hukum, red notice akan menjadi tindakan selanjutnya," tulis media India itu mengutip sumber ED.

Di India, Zakir jadi buron otoritas hukum sejak 2016 terkait penyelidikan pencucian uang dan menghasut ekstremisme melalui pidato kebencian. Namun, dia menolak untuk kembali ke negara asalnya, dengan mengatakan bahwa dia tidak akan menerima diadili di bawah pemerintahan BJP (Bharatiya Janata Party), partai berkuasa di negara itu.

Seruan untuk deportasinya menguat di Malaysia setelah ceramahnya di Kelantan mempertanyakan kesetiaan warga etnik India di Malaysia dan menyerukan agar warga etnik China di Malaysia untuk pulang ke negara leluhurnya.

Dia telah diinterogasi dua kali di markas polisi federal Bukit Aman setelah 115 laporan publik terhadapnya diajukan ke polisi. Zakir kemudian meminta maaf atas kesalahpahaman terkait ceramahnya, namun mengklaim bahwa kutipan yang dianggap menyinggung masalah rasial di Malaysia telah diambil di luar konteks.

Sejak itu ia dilarang berbicara di depan umum di seluruh negeri termasuk platform media sosial di Malaysia, sampai penyelidikan yang melibatkannya rampung.

Hiren Venegaonkar, seorang advokat untuk ED India, mengatakan bahwa berita tentang larangan ceramah terhadap Zakir Naik adalah "langkah selamat datang dari pemerintah Malaysia".

"Kami sekarang akan memungkinkan agen investigasi kami untuk memulai tindakan membawanya kembali ke negara kami," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Tas Mewah Koleksinya...
Tas Mewah Koleksinya Rusak Saat Disita, Istri Najib Tuntut Ganti Rugi
Mahathir Siapkan Partai...
Mahathir Siapkan Partai Baru untuk Galang Dukungan Etnis Melayu
Mahathir Mohamad: Najib...
Mahathir Mohamad: Najib Razak Berjalan Bebas seperti Orang Tak Bersalah
Sidang Korupsi 1MDB:...
Sidang Korupsi 1MDB: Najib Razak Dinyatakan Bersalah atas 7 Tuduhan
Ratusan Tas Mewah Istri...
Ratusan Tas Mewah Istri Najib Rusak di Tangan Polisi yang Menyitanya
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
34 menit yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
2 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
3 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
4 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
5 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved