Prancis: Italia Berhak Dapatkan Pemimpin yang Bisa Bekerja

Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:44 WIB
Prancis: Italia Berhak...
Prancis: Italia Berhak Dapatkan Pemimpin yang Bisa Bekerja
A A A
PARIS - Presiden Prancis, Emanuel Macron mengatakan, Italia berhak memiliki pemimpin yang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Pernyataan Macron datang setelah Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte memutuskan mengundurkan diri.

Koalisi yang berkuasa di Italia yang terdiri dari Partai Lega pimpinan Matteo Salvini dan Gerakan Bintang Lima yang dipimpin oleh Luigi Di Maio, runtuh setelah Salvini menyatakan pemerintah tidak bisa dijalankan. Hal ini memaksa Conte untuk mundur.

"Pelajaran Italia adalah bahwa ketika seseorang melakukan aliansi dengan sayap kanan, pada akhirnya itu selalu merupakan kemenangan bagi sayap kanan," kata Macron Macron kepada wartawan di Paris.

“Siapa pecundang besar dari urutan terakhir? Di Maio," sambungnya dan ketika ditanya apakah Salvini juga kalah, Macron mengatakan dia berharap seperti itu.

Macron, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (22/8), kemudian mengatakan ia memihak Presiden Italia, Sergio Mattarella, yang sekarang berkonsultasi dengan semua pihak di parlemen untuk melihat apakah pemerintah koalisi lain dapat dibentuk.

Pada awal bulan ini, Salvini, yang merupakan Wakil Perdana Menteri Italia mengaku telah memberi tahu Conte bahwa pemilihan umum cepat diperlukan karena parlemen tidak lagi memiliki mayoritas suara untuk mendukung pemerintah. Conte mengkritik Salvini karena mendorong krisis pemerintah. Dia menyebut pernyataan wakilnya tentang pemilu cepat itu tidak bertanggung jawab.

Pengumuman Salvini tentang pemilu cepat muncul setelah pemungutan suara Senat tentang pembangunan kereta api berkecepatan tinggi untuk rute Turin-Lyon. Deputi dari Lega memberikan suara untuk proyek infrastruktur utama itu bersama dengan perwakilan oposisi dan menolak resolusi negatif.

Conte menyalahkan Salvini atas krisis pemerintah dan menuntut agar dia menjelaskan kepada publik Italia alasan pembubaran pemerintah.
(esn)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
24 menit yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
1 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
2 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
3 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
6 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved