PM Mahathir: Status Penduduk Tetap Zakir Naik Dapat Dicabut

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 08:34 WIB
PM Mahathir: Status...
PM Mahathir: Status Penduduk Tetap Zakir Naik Dapat Dicabut
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan status permanent resident (PR) atau penduduk tetap yang diberikan kepada penceramah kontroversial asal India, Zakir Naik , dapat dicabut. Menurutnya, status itu dapat dicabut jika Zakir terbukti melakukan hal-hal yang merusak kesejahteraan bangsa.

Pemerintah Malaysia sedang menunggu hasil penyelidikan polisi terhadap penceramah tersebut sebelum nasib status PR-nya diputuskan.

"Saat ini, polisi sedang menyelidiki apakah dia melakukan itu atau tidak," kata Mahathir setelah mengunjungi kantor pusat AirAsia kemarin.

"Jika dia diketahui melakukan hal-hal yang merugikan negara ini, akan perlu untuk mencabut status penduduk tetapnya," lanjut pemimpin yang dijuluki Dr M tersebut, seperti dikutip The Star, Sabtu (17/8/2019).

Dia menambahkan bahwa tindakan juga akan diambil untuk mencegah Zakir dari ceramah provokatif, yang cenderung mengadu domba ras Malaysia yang berbeda satu sama lain.

Ditanya apakah pemerintah akan meminta Zakir mengeluarkan permintaan maaf publik atas pernyataan terakhirnya yang menyerukan "tamu lama" negara itu—merujuk pada etnik China—untuk kembali ke tanah leluhur mereka, Mahathir mengatakan ia percaya bahwa hal itu tidak akan meredakan rasa takut dan kemarahan orang.

"Untuk saat ini, kami serahkan kepada polisi untuk menyelidiki keseriusan pernyataan yang telah ia buat," katanya.

Bukit Aman atau Kantor Kepolisian Diraja Malaysia sedang menyelidiki Zakir di bawah Pasal 504 UU Pidana atas penghinaan yang disengaja dengan maksud untuk memprovokasi pelanggaran kedamaian. Penyelidikan itu sebagai respons atas 115 laporan atau pengaduan publik terkait komentar terbaru Zakir di Kota Baru, Kelantan, Sabtu pekan lalu.

Menurut laporan media lokal, penceramah itu mengklaim bahwa orang India di Malaysia lebih loyal kepada pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi daripada kepada pemerintah Mahathir Mohamad.

Setelah banyak laporan yang diajukan kepada polisi, Zakir diinterogasi selama sekitar tujuh jam di Bukit Aman kemarin.

Zakir diberikan status PR pada tahun 2015 oleh pemerintah sebelumnya, yakni Perdana Menteri Najib Razak. Para pengkritik Najib menyebut penampungannya terhadap penceramah India itu untuk mengalihkan kasus skandal dugaan korupsi 1MDB.
(mas)
Berita Terkait
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Tas Mewah Koleksinya...
Tas Mewah Koleksinya Rusak Saat Disita, Istri Najib Tuntut Ganti Rugi
Mahathir Siapkan Partai...
Mahathir Siapkan Partai Baru untuk Galang Dukungan Etnis Melayu
Mahathir Mohamad: Najib...
Mahathir Mohamad: Najib Razak Berjalan Bebas seperti Orang Tak Bersalah
Ratusan Tas Mewah Istri...
Ratusan Tas Mewah Istri Najib Rusak di Tangan Polisi yang Menyitanya
Sidang Korupsi 1MDB:...
Sidang Korupsi 1MDB: Najib Razak Dinyatakan Bersalah atas 7 Tuduhan
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
34 menit yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
2 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
3 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
4 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
5 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved