Trump Komentari Ledakan Rudal Rusia: Teknologi AS Lebih Maju

Selasa, 13 Agustus 2019 - 09:29 WIB
Trump Komentari Ledakan...
Trump Komentari Ledakan Rudal Rusia: Teknologi AS Lebih Maju
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump ikut mengomentari insiden ledakan dalam uji coba rudal Rusia dengan teknologi nuklir. Ledakan di situs militer di wilayah Arkhangelsk itu telah menewaskan lima ahli nuklir Moskow.

Kremlin cenderung menutupi insiden itu. Hal itu memicu media-media yang berbasis di AS yang mengutip para ahli, menyimpulkan bahwa ledakan tak merupakan insiden dari uji rudal jelajah bertenaga nuklir. Kesimpulan itu muncul karena adanya lonjakan radiasi di sekitar lokasi ledakan, meski pemerintah Rusia mengatakan tingkat radiasi sudah normal.

Presiden Trump melalui Twitter mengklaim Amerika Serikat telah belajar banyak dari uji misil yang gagal di Rusia.

"Amerika Serikat belajar banyak dari ledakan misil yang gagal di Rusia. Kami memiliki teknologi yang serupa, meskipun lebih maju. Ledakan 'langit runtuh' Rusia membuat orang khawatir tentang udara di sekitar fasilitas, dan jauh di luar. Tidak baik!," kata Trump yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Selasa (13/8/2019).

Kepala Badan Atom Rusia (Rosatom), Alexey Likhachev, mengonfirmasi pada hari Senin bahwa lima karyawan Rosatom meninggal dalam ledakan di wilayah Arkhangelsk saat ambil bagian dalam uji coba persenjataan baru. Dia mengklaim bahwa pekerjaan pada senjata itu akan selesai.

"Kami telah memberikan penghormatan terakhir kepada rekan-rekan kami yang meninggal secara tragis selama pengujian produk khusus baru. Mereka tetap setia sampai akhir yang pahit dan mereka meninggal sebagai pahlawan sejati," kata Likhachev, dikutip situs Rosatom.

"Orang-orang seperti ini adalah kebanggaan negara kami dan bidang nuklir. Pekerjaan kami selanjutnya pada potongan-potongan persenjataan baru, yang tentunya akan selesai, akan menjadi penghargaan terbaik bagi mereka. Kami akan memenuhi pesanan Tanah Air kami, keamanannya akan dijamin," ujar Likhachev yang dilansir Sputniknews.

Kepala Rosatom tersebut mencatat bahwa tiga karyawan yang terluka selama ledakan menerima bantuan medis terbaik, dan menyuarakan harapan bahwa mereka akan pulih dengan cepat.
(mas)
Berita Terkait
AS Ternyata Uji Rudal...
AS Ternyata Uji Rudal Tomahawk sebelum Rusia Jajal Triad Nuklir
Rusia Terindikasi Bersiap...
Rusia Terindikasi Bersiap Uji Coba Rudal Skyfall Bertenaga Nuklir
Trump Merespons Uji...
Trump Merespons Uji Rudal Nuklir Burevestnik Rusia: Putin Harusnya Akhiri Perang, Bukan Tes Misil
Seteru dengan Rusia...
Seteru dengan Rusia dan China Memanas, AS Bikin Rudal Jelajah Nuklir Berbasis Laut
Rudal Nuklir Burevestnik...
Rudal Nuklir Burevestnik Rusia Dianggap Senjata Pengubah Permainan yang Usik Golden Dome AS
Rudal Jelajah Nuklir...
Rudal Jelajah Nuklir Stormbringer Rusia Bisa Bikin Bangkrut Mesin Perang AS
Berita Terkini
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
27 menit yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
1 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
2 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
2 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
4 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved