Korut Tolak Dialog Kecuali Korsel-AS Stop Latihan Militer

Minggu, 11 Agustus 2019 - 14:57 WIB
Korut Tolak Dialog Kecuali...
Korut Tolak Dialog Kecuali Korsel-AS Stop Latihan Militer
A A A
SEOUL - Kantor berita Korea Utara (Korut), KCNA melaporkan, pemimpin negara itu Kim Jong-un memeriksa uji coba senjata baru pada Sabtu kemarin. Laporan ini muncul saat seorang diplomat senior Korut menolak kemungkinan pembicaraan antar Korea sebagai aksi protes terhadap latihan militer Korea Selatan (Korsel) - Amerika Serikat (AS).

Diwartakan sebelumnya, Korut menembakkan dua rudal jarak pendek pada Sabtu kemarin. Peluncuran tersebut adalah yang kelima dalam dua minggu, yang disebut Korsel sebagai unjuk kekuatan terhadap latihan militer bersama AS.

"Proyektil baru dikembangkan agar sesuai dengan medan negara, dan tes terbaru membuktikan permintaan desain yang menguntungkan dan kuat terpenuhi dengan sempurna," tulis KCNA seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/8/2019).

Para ahli rudal di Pusat Penelitian Nonproliferasi James Martin di California mengatakan foto-foto yang dikeluarkan oleh KCNA tampaknya menunjukkan rudal balistik jarak pendek jenis baru, meskipun diperlukan analisis terperinci.

Dalam pernyataan terpisah yang dilaporkan oleh KCNA, seorang diplomat senior Korut mengatakan tidak akan ada pembicaraan antar-Korea kecuali Korsel dan AS mengakhiri latihan militer yang disebut masih mempertahankan sifat agresif.

"Mengingat latihan militer itu jelas menempatkan kita sebagai musuh dalam konsepnya," kata Direktur Jenderal urusan Amerika di Kementerian Luar Negeri Korut, Kwon Jong-gun.

"Mereka harus berpikir bahwa kontak antar-Korea sendiri akan sulit dilakukan kecuali mereka mengakhiri latihan militer semacam itu atau sebelum mereka membuat alasan yang masuk akal atau penjelasan dengan cara yang tulus," imbuhnya.

Kwon mengatakan Korsel berbicara omong kosong dengan mendesak Korut untuk menghentikan tes rudal yang menjalani haknya untuk membela diri.

"Bahkan presiden AS membuat pernyataan yang mengakui hak membela diri dari negara berdaulat, dengan mengatakan bahwa itu adalah uji coba rudal kecil yang dilakukan banyak negara," ujar Kwon.

Korsel dan AS telah memulai latihan berskala kecil yang sebagian besar disimulasikan komputer pada Sabtu kemarin untuk 10 hari ke depan. Latihan ini dilakukan sebagai alternatif dari latihan tahunan berskala besar sebelumnya yang dihentikan untuk mempercepat pembicaraan nuklir antara Pyongyang dan Washington.

Korut menyebut latihan semacam itu sebagai "latihan perang" dan telah membalasnya dengan aksi militernya sendiri.

Pyongyang memuji Trump dan ikatan pribadinya dengan Kim Jong-un saat menghukum Korsel dengan mengatakannya sebagai rezim "boneka" mengikuti perintah tuannya, Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump telah menganggap kecil serangkaian tes rudal yang dilakukan Korut baru-baru ini. Ia mengatakan Korut tidak melanggar janji untuk tidak melakukan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh.

Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan Jong-un telah mengirim surat yang mengatakan ia siap untuk melanjutkan negosiasi setelah latihan bersama yang konyol dan mahal berakhir.

Trump mengatakan Jong-un menyampaikan permintaan maaf kecil atas uji coba rudal jarak pendek, dan uji coba itu akan berhenti ketika latihan berakhir.

Trump dan Kim telah bertemu dua kali sejak pertemuan puncak pertama mereka di Singapura tahun lalu, tetapi sedikit kemajuan telah dibuat atas komitmen Korut untuk melakukan denuklirisasi.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
11 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved