Menlu Iran Mengaku Disanksi AS karena Ogah Sambangi Gedung Putih

Selasa, 06 Agustus 2019 - 10:23 WIB
Menlu Iran Mengaku Disanksi...
Menlu Iran Mengaku Disanksi AS karena Ogah Sambangi Gedung Putih
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa ia dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) setelah menolak untuk mengunjungi Gedung Putih untuk dialog pada awal Juli lalu. Pangakuan itu diutarakannya melalui akun Twitternya.

Dalam pernyataannya, Zarif mengatakan sanksi terhadapnya adalah contoh taktik AS yang ditujukan agar Iran menyerah.

"Contoh taktik AS: Mengancam akan menunjuk seseorang dalam dua minggu kecuali dia menerima undangan Anda untuk mengobrol di Oval Office," katanya.

"Sementara @realdonaldtrump mungkin menginginkan foto yang tercetak, AS tidak tertarik pada pembicaraan; alih-alih kepatuhan Iran. Itu tidak akan pernah terjadi," imbuh Zarif.

Seperti diwartakan sebelumnya, majalah New Yorker menurunkan laporan yang menyatakan bahwa Presiden Donald Trump pada bulan lalu mengundang Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif ke Gedung Putih di tengah ketegangan antara kedua negara.

"Undangan, yang disampaikan oleh Senator Rand Paul dengan izin dari presiden, ditolak untuk saat ini," The New Yorker melaporkan.

"Rand telah bekerja selama berminggu-minggu untuk mengatur pertemuan dengan Zarif dan pada 15 Juli berunding dengannya di New York, menyampaikan undangan dari Trump agar dia datang ke Gedung Putih," tulis The New Yorker. (Baca juga: Trump Undang Menteri Luar Negeri Iran ke Gedung Putih )

Sanksi terhadap Zarif diumumkan oleh Pemerintahan Trump pekan lalu. Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menjatuhkan sanksi pada Zarif karena dia bertindak atau mengaku bertindak untuk atau atas nama, secara langsung atau tidak langsung, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (6/8/2019). (Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi kepada Menteri Luar Negeri Iran )

Sanksi tersebut bertujuan untuk membekukan semua aset Zarif yang ada di AS dan melarang semua orang atau badan AS mana pun untuk berurusan dengannya.

Peningkatan ketegangan antara kedua negara dimulai pada 8 Mei 2018, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik Washington dari kesepakatan nuklir Iran 2015, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Washington kemudian menjatuhkan sanksi terhadap hampir semua sektor ekonomi utama Iran. Washington bersumpah untuk mendorong ekspor minyak Iran ke titik nol dan menuntut agar negara-negara lain menghentikan semua pembelian minyak dari Iran.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
1 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
2 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
2 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
3 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
3 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved