Jatuhkan Sanksi pada Zarif, Rouhani Sebut AS Kekanak-kanakan

Kamis, 01 Agustus 2019 - 22:42 WIB
Jatuhkan Sanksi pada...
Jatuhkan Sanksi pada Zarif, Rouhani Sebut AS Kekanak-kanakan
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) kepada Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif. Rouhani menyebut perilaku AS tidak ubahnya seperti anak-anak di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Dalam langkah terbarunya yang bertujuan meningkatkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran, Washington menjatuhkan sanksi pada Zarif karena bertindak atas nama Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada Khamenei.

"AS menggunakan perilaku kekanak-kanakan. Mereka mengklaim setiap hari 'Kami ingin berbicara, tanpa prasyarat' dan kemudian mereka memberikan sanksi kepada menteri luar negeri," kata Rouhani dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi Iran.

AS sebelumnya telah mengusulkan pembicaraan tanpa syarat dengan Teheran, bahkan ketika negara itu menerapkan kembali sanksi sanksi ekonomi termasuk langkah-langkah yang bertujuan memangkas ekspor minyak Iran menjadi nol.

Dalam pidatonya, Rouhani juga menuduh AS takut terhadap Zarif, yang baru-baru ini memberikan serangkaian wawancara luas kepada media asing di New York.

Dalam satu kesempatan, Zarif membalas seruan Presiden AS Donald Trump untuk negosiasi nuklir baru yang mencakup program rudal balistik Iran dan menuduh Washington membawa Timur Tengah ke jurang "ledakan" dengan menjual senjata kepada sekutu di Teluk.

"Mereka takut dengan wawancara menteri luar negeri kami," kata Rouhani.

"Sangat jelas bahwa fondasi Gedung Putih telah diguncang oleh kata-kata dan logika dari individu yang berpengetahuan, berbakti, dan diplomatik," imbuhnya.

"Musuh kita sangat tidak berdaya sehingga mereka kehilangan kemampuan untuk bertindak dan berpikir dengan bijak," tukasnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (1/8/2019).

Ketegangan antara AS dan Iran dipicu penarikan sepihak Presiden Donald Trump dari perjanjian nukli internasional 2015. Langkah ini kemudian diikuti dengan pemberlakukan sejumlah sanksi.

Tidak berhenti sampai di situ, AS juga mengirim satuan tempur kapal induk, skuadron bomber strategis, mengirim pasukan tambahan dan menyebar rudal Patriot ke Timur Tengah. AS beralasan langkah itu diambil untuk mencegah ancaman dari Iran terhadap kepentingan AS dan sekutunya di wilayah itu.

Di tengah meningkatnya gesekan, kekhawatiran akan konflik langsung AS-Iran telah meningkat sejak Mei dengan beberapa dugaan serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk. AS menuding Iran berada di balik peristiwa itu, tuduhan yang dengan tegas di bantah oleh Teheran.

Eskalasi semakin meningkat setelah Iran menembak jatuh drone AS. Tindakan Iran ini sempat membuat Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara sebelum membatalkannya pada menit-menit akhir.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
51 menit yang lalu
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
1 jam yang lalu
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
1 jam yang lalu
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
1 jam yang lalu
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
2 jam yang lalu
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved