Militer China Isyaratkan Bakal Intervensi Kerusuhan di Hong Kong

Kamis, 01 Agustus 2019 - 14:11 WIB
Militer China Isyaratkan...
Militer China Isyaratkan Bakal Intervensi Kerusuhan di Hong Kong
A A A
HONG KONG - Militer China mengisyaratkan akan melakukan intervensi untuk mengatasi demo yang berujung pada kerusuhan di Hong Kong. Militer, untuk pertama kalinya, merilis video penindakan kerusuhan dengan mengeluarkan peringatan.

"Kerusuhan telah secara serius mengancam kehidupan dan keselamatan rakyat dan tidak boleh ditoleransi," bunyi peringatan militer China dalam video tersebut.

Peringatan itu dikeluarkan komandan garnisun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Hong Kong, Chen Daoxiang pada sebuah resepsi perayaan ulang tahun ke-92 PLA pada hari Rabu. "(Militer) bertekad untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, stabilitas dan kemakmuran Hong Kong," lanjut peringatan tersebut, seperti dikutip The Guardian, Kamis (1/8/2019).

Peringatan dikeluarkan sehari setelah 43 demonstran didakwa melakukan kerusuhan dan dibebaskan dengan jaminan. Beberapa dari mereka yang didakwa berumur 16 tahun dan termasuk seorang pilot Cathay Pacific.

Komandan PLA juga memberikan dukungan tegas kepada Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, serta kepada kepolisian setempat atas penegakan hukum secara ketat.

Video yang dirilis PLA menampilkan aksi para tentara China secara dramatis. Dalam satu adegan, latihan antihuru-hara diperlihatkan di mana barisan tentara bergerak memegang perisai antihuru-hara dan menembaki orang-orang yang melarikan diri. Adegan itu termasuk rekaman tank yang bergulir, meriam air yang ditembakkan, dan para warga yang diborgol dibawa pergi.

Seorang tentara terlihat berteriak dalam bahasa Kanton, bahasa yang digunakan di Hong Kong dan bukan di daratan China; "Semua konsekuensi adalah risiko Anda sendiri."

Isyarat PLA akan melakukan intervensi itu muncul ketika kepala eksekutif pertama Hong Kong, Tung Chee-hwa, menuduh AS dan Taiwan merancang protes yang telah mengguncang bekas koloni Inggris selama delapan minggu terakhir.

Tung mengklaim bahwa politisi asing dan pasukan anti-China dengan motif tersembunyi bekerja untuk menghasut ketakutan rakyat Hong Kong."Dan merusak hubungan antara daratan (China) dan Hong Kong," katanya. Dia memperingatkan orang-orang Hong Kong agar jangan mau "dimanfaatkan".

Tung, yang saat ini menjabat Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, juga memberikan dukungannya kepada pihak berwenang Hong Kong dalam menegakkan aturan hukum dan mengambil langkah tegas untuk memulihkan ketertiban sosial. "Mereka sudah mendengar suara publik," ujarnya merujuk pada para pemimpin Hong Kong.

Pernyataan komandan PLA telah memicu kekhawatiran bahwa tentara China benar-benar akan campur tangan dalam protes yang berujung rusuh. Pekan lalu, seorang pejabat dari Kementerian Pertahanan China mengatakan Beijing dapat melakukan intervensi secara hukum jika pemerintah Hong Kong meminta bantuan dalam menjaga ketertiban sosial.

Bloomberg melaporkan, seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa Gedung Putih sedang memantau kongregasi pasukan China di perbatasan Hong Kong. Seorang analis mengatakan bahwa mungkin saja mereka hanya mengamati upacara pengambilan sumpah oleh polisi.

"Komentar PLA adalah bagian dari perang psikologis melawan Hong Kong," kata Andreas Fulda, seorang peneliti China di Universitas Nottingham. Dia percaya bahwa sangat tidak mungkin tentara China akan campur tangan untuk menghindari konflik bersenjata perkotaan yang berlarut-larut.

"Setiap penggelaran militer di Hong Kong juga akan menimbulkan perselisihan internal di dalam Partai Komunis China," katanya, seraya menambahkan bahwa kota tersebut merupakan pusat keuangan penting bagi partai tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Media China Sebut Pompeo...
Media China Sebut Pompeo Orang Munafik yang Sombong
AS Bakal Sanksi Bank...
AS Bakal Sanksi Bank yang Berhubungan dengan China
Senat AS Menyetujui...
Senat AS Menyetujui RUU Sanksi China Terkait Hong Kong
Biden Tawarkan Perlindungan...
Biden Tawarkan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong, China Naik Pitam
Sanksi AS untuk Pejabat...
Sanksi AS untuk Pejabat Hong Kong Hukuman Atas Penindasan China
AS Dilaporkan Pertimbangkan...
AS Dilaporkan Pertimbangkan Beri Sanksi ke China
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
1 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
3 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
4 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
5 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved