Iran Bilang Tes Rudalnya Tak Butuh Izin Negara Mana Pun
Minggu, 28 Juli 2019 - 01:30 WIB
Iran Bilang Tes Rudalnya Tak Butuh Izin Negara Mana Pun
A
A
A
TEHERAN - Iran menyatakan tes rudalnya tidak membutuhkan izin dari negara mana pun karena uji coba senjatanya bagian dari kebutuhan pertahanan dan tidak ditujukan terhadap negara lain.
"Sebuah sumber informasi di staf angkatan bersenjata mengatakan uji coba rudal Iran adalah wajar dalam kebutuhan pertahanannya. Kapasitas rudal ini tidak melawan negara mana pun, dan hanya bertujuan untuk menanggapi kemungkinan agresi," tulis kantor Iran, Fars, yang dikutip Reuters, Minggu (28/7/2019).
"Iran tidak membutuhkan izin dari kekuatan apa pun di dunia untuk pertahanan diri," lanjut laporan tersebut mengutip sumber militer setempat.
Pernyataan dari Teheran itu muncul setelah Washington pada hari Sabtu mengatakan Iran telah melakukan uji coba penembakan rudal jarak menengah.
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan misil Iran yang diuji tembak pada hari Rabu lalu diduga sebagai rudal balistik jarak menengah yang menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer (620 mil).
Pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim itu menambahkan, tes senjata Teheran tidak menimbulkan ancaman terhadap kapal pengiriman maupun personel AS di wilayah Timur Tengah.
Presiden Amerika Donald John Trump menarik Washington dari perjanjian internasional tentang program nuklir Iran pada tahun lalu. Pemerintah Trump kemudian memulihkan sanksi terhadap Teheran yang pernah dicabut di era Presiden Barack Obama.
Menurut Trump, kesepakatan nuklir tahun 2015 itu cacat karena tidak termasuk pembatasan pengembangan rudal balistik Iran dan dukungan untuk proksinya di Suriah, Yaman, Lebanon dan Irak.
Iran telah mengesampingkan perundingan dengan Washington mengenai kemampuan militernya, khususnya program rudal yang diklaim bersifat defensif. Pemerintah Teheran membantah bahwa rudal-rudal itu dapat dilengkapi hulu ledak nuklir dan menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
"Sebuah sumber informasi di staf angkatan bersenjata mengatakan uji coba rudal Iran adalah wajar dalam kebutuhan pertahanannya. Kapasitas rudal ini tidak melawan negara mana pun, dan hanya bertujuan untuk menanggapi kemungkinan agresi," tulis kantor Iran, Fars, yang dikutip Reuters, Minggu (28/7/2019).
"Iran tidak membutuhkan izin dari kekuatan apa pun di dunia untuk pertahanan diri," lanjut laporan tersebut mengutip sumber militer setempat.
Pernyataan dari Teheran itu muncul setelah Washington pada hari Sabtu mengatakan Iran telah melakukan uji coba penembakan rudal jarak menengah.
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan misil Iran yang diuji tembak pada hari Rabu lalu diduga sebagai rudal balistik jarak menengah yang menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer (620 mil).
Pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim itu menambahkan, tes senjata Teheran tidak menimbulkan ancaman terhadap kapal pengiriman maupun personel AS di wilayah Timur Tengah.
Presiden Amerika Donald John Trump menarik Washington dari perjanjian internasional tentang program nuklir Iran pada tahun lalu. Pemerintah Trump kemudian memulihkan sanksi terhadap Teheran yang pernah dicabut di era Presiden Barack Obama.
Menurut Trump, kesepakatan nuklir tahun 2015 itu cacat karena tidak termasuk pembatasan pengembangan rudal balistik Iran dan dukungan untuk proksinya di Suriah, Yaman, Lebanon dan Irak.
Iran telah mengesampingkan perundingan dengan Washington mengenai kemampuan militernya, khususnya program rudal yang diklaim bersifat defensif. Pemerintah Teheran membantah bahwa rudal-rudal itu dapat dilengkapi hulu ledak nuklir dan menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
(mas)