Bos Pentagon Sebut AS Coba Turunkan Tensi di Teluk Persia

Kamis, 25 Juli 2019 - 14:03 WIB
Bos Pentagon Sebut AS...
Bos Pentagon Sebut AS Coba Turunkan Tensi di Teluk Persia
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang baru dilantik, Mark Esper mengatakan, Washington berusaha untuk menurunkan tensi di wilayah Teluk Persia.

Pekan lalu, Komando Sentral AS (CENTCOM) mengatakan negara itu sedang mengembangkan kerangka kerja keamanan maritim yang disebut Operasi Sentinel untuk meningkatkan keamanan di Teluk Persia, Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb dan Teluk Oman dari berbagai insiden yang melibatkan kapal tanker di daerah tersebut.

"Dan itulah tujuan Operasi Sentinel, seperti yang dikandung, adalah untuk menghindari situasi itu. Jadi kita tidak mendapatkan situasi di mana ada provokasi di mana ada perampasan kapal dan sesuatu seperti itu, dan kemudian kita - dan menjadi eskalasi," kata Esper dalam sebuah konferensi pers.

"Kami berusaha meredakan ketegangan," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (25/7/2019).

Esper juga menyinggung soal penyitaan kapal Iran yang baru-baru ini dilakukan oleh otoritas Gibraltar. Menurutnya, insiden itu merubah situasi menjadi "tit-for-tat."

"Pada saat yang sama, pesan ke (Iran) dengan sangat jelas bahwa tanpa prasyarat, kapan pun, di mana pun, kami bersedia untuk bertemu dengan mereka dan berbicara tentang bagaimana kami akan kembali ke negosiasi," ujar Esper.

Ketegangan di wilayah Teluk Persia meningkat pada bulan Juni ketika beberapa serangan terpisah menyasar sejumlah kapal tanker minyak di daerah tersebut dan Teluk Oman yang berdekatan. AS menuding Iran berada di balik serangan itu, sementara Teheran membantahnya. Selain itu, Teheran menembak jatuh sebuah pesawat nirawak pengintai AS di atas wilayah Hormozgan, yang memicu ancaman oleh AS.

Eskalai semakin meningkat setelah kapal Iran disita oleh Gibraltar karena dicurigai terlibat dalam pengiriman minyak ke Suriah yang melanggar sanksi Uni Eropa. Langkah itu dikecam oleh Teheran. Madrid mengatakan bahwa tanker itu ditangkap atas permintaan AS. (Baca juga: Inggris Rampas Kapal Minyak Iran, Teheran Marah dan AS Senang )

Selain itu, Jumat lalu, pasukan Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Inggris dengan 23 awak di Selat Hormuz atas dugaan pelanggaran norma navigasi internasional. (Baca juga: Memanas, Garda Revolusi Iran Tangkap Kapal Tanker Inggris )
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
45 menit yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
4 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
6 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
8 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
8 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved