Giliran Militer Filipina Nyatakan Pasangan Indonesia Bomber Gereja Jolo

Rabu, 24 Juli 2019 - 23:15 WIB
Giliran Militer Filipina...
Giliran Militer Filipina Nyatakan Pasangan Indonesia Bomber Gereja Jolo
A A A
MANILA - Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mendukung temuan Polisi Republik Indonesia (Polri)bahwa pasangan suami-istri asal Indonesia berada di belakang ledakan bom kembar di Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo pada 27 Januari 2019. Aksi bom bunuh diri itu menewaskan 23 orang dan ratusan lainnya terluka.

Pasangan bomber Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh beraksi pada Misa Minggu. Polri menyatakan pasangan tersebut pernah pergi ke Turki pada tahun 2016 dan mencoba memasuki wilayah "kekhalifahan" ISIS. Namun, keduanya ditangkap tahun 2017 dan dideportasi oleh Turki.

"Laporan media mengutip otoritas Indonesia bahwa pelaku ledakan di Katedral (Our Lady of) Mount Carmel di Jolo, Sulu, adalah pasangan Indonesia muncul sebagai konfirmasi atas temuan kami sendiri dalam penyelidikan menyeluruh yang kami lakukan," kata juru bicara AFP, Brigadir Jenderal Edgard Arevalo, dalam sebuah pernyataan, Rabu (24/7/2019). (Baca: Riwayat Suami-Istri Indonesia Pengebom Gereja Filipina )

Terungkapnya sosok pengebom gereja itu tak lepas dari pengakuan seorang pria bernama Yoga Febrianto yang berafiliasi dengan ISIS. Yoga mengungkap peran pasangan suami-istri asal Indonesia itu ketika dia ditangkap polisi Malaysia pada bulan lalu.

Seorang tersangka militan pro-ISIS lainnya, Novendri, yang telah ditangkap oleh polisi Indonesia di Sumatra Barat, juga mengonfirmasi pengakuan Yoga Febrianto.

Yoga diduga merekrut pasangan suami-istri tersebut untuk menjadi anggota Jemaah Anshorut Daulah (JAD), sebuah kelompok ekstremis di Indonesia, untuk melakukan serangan bom.

Menurut Arevalo, AFP segera berkoordinasi dengan rekan-rekan asing ketika pengeboman gereja terjadi.

“AFP telah berbagi catatan dan memberikan informasi penting dengan mitra Indonesia. Data-data yang didasarkan dari penyelidikan dan intelijen kami sendiri berkontribusi pada pertimbangan mereka yang mengarah pada konfirmasi ini," katanya, seperti dikutip Manila Bulletin.

Arevalo mengatakan perkembangan penyelidikan tersebut untuk membuktikan hubungan antarmilitan di negara-negara Asia Tenggara.

“Perkembangan ini lebih jauh menyoroti pentingnya kerja sama dan berbagi informasi antara dan di antara negara-negara di kawasan ini khususnya Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina,” ujarnya.

Arevalo menambahkan bahwa kerja sama tidak hanya harus dilakukan dalam hal-hal yang berkaitan dengan militer, tetapi juga dengan polisi. "Untuk meningkatkan postur keamanan kita," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Seorang Warga Indonesia...
Seorang Warga Indonesia yang Disandera Abu Sayyaf Tewas Ditembak
Abu Sayyaf Sergap Militer...
Abu Sayyaf Sergap Militer Filipina, 11 Tentara Dihabisi
Tiga WNI Korban Sandera...
Tiga WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Group Berhasil Diselamatkan
1 WNI Sandera Abu Sayyaf...
1 WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, RI Perlu Minta Ketegasan Filipina
Kabar Baik, WNI Terakhir...
Kabar Baik, WNI Terakhir yang Jadi Sandera Abu Sayyaf Telah Dibebaskan
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
53 menit yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
1 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
2 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
8 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
9 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved