Perang Nuklir Pakistan-India Bukan Pilihan, tapi Penghancuran Diri

Rabu, 24 Juli 2019 - 00:19 WIB
Perang Nuklir Pakistan-India...
Perang Nuklir Pakistan-India Bukan Pilihan, tapi Penghancuran Diri
A A A
WASHINGTON - Perdana Menteri (PM) Imran Khan, pada hari Selasa (23/7/2019), menolak gagasan tentang perang nuklir apa pun antara Pakistan dan India. Dia mengatakan negaranya akan menyerahkan senjata nuklir, jika tetangganya di timur melakukan hal yang sama.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, PM Khan menanggapi dengan tegas ketika ditanya; "Jika India mengatakan kami akan menyerahkan senjata nuklir, akankah Pakistan juga?".

"Ya, karena perang nuklir bukan pilihan. Dan antara Pakistan dan India, gagasan perang nuklir sebenarnya adalah penghancuran diri, karena kita memiliki perbatasan 2.500 mil," katanya.

"Juga, saya pikir ada realisasi di anak benua—karena ada beberapa insiden yang terjadi Februari lalu—dan kami kembali mengalami ketegangan di perbatasan," ujarnya.

"Sebuah pesawat India ditembak jatuh di Pakistan," lanjut PM Khan sambil merujuk pada pelanggaran India atas ruang udara Pakistan dan mengebom sebuah kamp yang diduga sebagai markas militan di lereng bukit.

Dia mengatakan konflik India dan Pakistan itulah yang membuatnya meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memainkan perannya dalam memediasi hubungan antara kedua negara.

Khan menambahkan bahwa AS adalah negara paling kuat di dunia."Satu-satunya negara yang dapat menengahi antara Pakistan dan India, dan satu-satunya masalah adalah Kashmir," katanya.

"Satu-satunya alasan selama 70 tahun, bahwa kita belum bisa hidup seperti tetangga yang beradab, adalah karena Kashmir," imbuh pemimpin Pakistan itu.

Trump dalam pertemuannya dengan PM Khan di Oval Office Gedung Putih telah menawarkan mediasi AS pada perselisihan Kashmir antara India dan Pakistan yang telah berlangsung 70 tahun.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan bahwa tidak ada permintaan kepada AS untuk menjadi mediator yang telah dibuat oleh Perdana Menteri Modi.

Namun, Khan mengatakan India harus hadir untuk mediasi. Dia mengakui pernah ada kesempatan mediasi di era mendiang Perdana Menteri India Vajpayee dan mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Namun, sejak itu kedua negara telah menjauh.

"AS dapat memainkan peran besar, Presiden Trump tentu dapat memainkan peran besar. Kita berbicara tentang 1,3 miliar orang (di anak benua) di Bumi ini. Bayangkan dividen perdamaian jika entah bagaimana masalah itu bisa diselesaikan," kata Khan.

Khan dengan tegas menolak kekhawatiran tentang senjata nuklir Pakistan yang masuk ke tangan teroris.

"Pakistan memiliki salah satu tentara paling profesional dan salah satu sistem komando dan kontrol paling komprehensif untuk senjata nuklir kami," ujarnya.

"Mereka sama sekali tidak perlu khawatir," kata Khan. "Amerika Serikat tahu tentang hal itu karena kami berbagi intelijen kami dengan AS tentang langkah-langkah keamanan yang diterapkan untuk program nuklir kami."
(mas)
Berita Terkait
Trump: India dan Pakistan...
Trump: India dan Pakistan Sepakat untuk Gencatan Senjata
Donald Trump Klaim Berjasa...
Donald Trump Klaim Berjasa Cegah Perang Nuklir yang Buruk India vs Pakistan
Gencatan Senjata India...
Gencatan Senjata India dan Pakistan Sangat Rapuh, Trump Tawarkan Bantuan
Siapa Lebih Unggul India...
Siapa Lebih Unggul India atau Pakistan dalam Senjata Nuklir?
India Ketir-ketir, Desak...
India Ketir-ketir, Desak IAEA Awasi Senjata Nuklir Pakistan
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Berita Terkini
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
6 menit yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
40 menit yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
1 jam yang lalu
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
1 jam yang lalu
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 jam yang lalu
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved