Khamenei: Rencana Perdamaian AS Bertujuan untuk Hancurkan Identitas Palestina

Selasa, 23 Juli 2019 - 14:16 WIB
Khamenei: Rencana Perdamaian...
Khamenei: Rencana Perdamaian AS Bertujuan untuk Hancurkan Identitas Palestina
A A A
TEHERAN - Pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, rencana perdamaian Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah bertujuan untuk menghancurkan identitas Palestina. Hal itu diungkapkannya saat bertemu dengan delegasi Hamas.

"Tujuan dari plot berbahaya ini adalah untuk menghancurkan identitas Palestina dan kita seharusnya tidak membiarkan mereka menghancurkan identitas Palestina dengan menggunakan uang," kata Khamenei, merujuk pada apa yang disebut pemerintahan Trump sebagai "Kesepakatan Abad Ini".

"Salah satu cara untuk menghadapi plot ini adalah agar rakyat Palestina merasa bahwa mereka telah maju," lanjut Khamenei.

"Belum lama ini, Palestina bertarung dengan batu, tetapi hari ini, alih-alih batu, mereka dilengkapi dengan rudal presisi dan ini berarti kemajuan," ujarnya kepada Wakil Kepala Biro Politik Hamas Salah al-Aruri, seperti dikutip dari Israel National News, Selasa (23/7/2019).

Sebelumnya, pada hari Minggu, Aruri dan delegasi Hamas bertemu dengan Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategis Iran untuk Hubungan Luar Negeri.

Dalam pertemuan itu, Kharrazi mengatakan bahwa pembebasan Palestina, terutama Al-Qud, adalah salah satu permasalahan terbesar Iran dan kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa hubungan antara Iran dan Hamas sedang tumbuh.

Pertemuan ini adalah pertemuan kedua antara Aruri dan pejabat senior Iran dalam waktu kurang dari sebulan.

Pada 17 Juni, ia mengadakan pembicaraan dengan Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi di Beirut, di mana mereka sepakat untuk menghadapi bahaya dari rencana AS.

Mereka juga sepakat tentang perlunya menghadapi tantangan dan bahaya yang timbul dari desakan pemerintah AS untuk memaksakan Kesepakatan Abad Ini.

Aruri juga mengunjungi Iran pada 2017. Selama kunjungan itu, ia menyatakan bahwa Hamas dan Iran telah sepakat untuk mengesampingkan perbedaan masa lalu mereka.

Kunjungan delegasi Hamas tahun 2017 ke Iran tampaknya menandai akhir permusuhan antara kedua belah pihak, yang dimulai ketika Hamas menolak untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, sekutu dekat Iran, dalam pemberontakan terhadapnya. Iran yang marah kemudian dilaporkan berhenti memasok senjata kepada kelompok teror itu.

Gelombang itu tampaknya berbalik pada musim panas 2017, ketika pemimpin Hamas Ismail Haniyeh berterima kasih kepada Iran atas dukungan "tak terbatas" untuk Brigade al-Qassam dan kontribusinya terhadap pengembangan kemampuan militer Hamas.
(ian)
Berita Terkait
Berapa Sumbangan Iran...
Berapa Sumbangan Iran untuk Membela Palestina? Bisa Capai Ratusan Juta Dolar
Rouhani: Respons Kuat...
Rouhani: Respons Kuat Gaza Terhadap Zionis Adalah Kemenangan Besar
Pemimpin Iran Jamu Delegasi...
Pemimpin Iran Jamu Delegasi Hamas, Bahas Politik dan Perjuangan Palestina
Sejarah Ikatan Iran,...
Sejarah Ikatan Iran, Hamas, dan Jihad Islam Palestina
Bos Garda Revolusi Iran...
Bos Garda Revolusi Iran Telepon Pimpinan Hamas, Puji Serangan terhadap Israel
Presiden Iran: Ada Balas...
Presiden Iran: Ada Balas Dendam Keras Dunia Islam atas Kejahatan Israel di Palestina
Berita Terkini
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
1 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
2 jam yang lalu
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
3 jam yang lalu
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
4 jam yang lalu
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
4 jam yang lalu
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved