Giliran Menlu AS Bantah 17 Orang yang Ditangkap Iran Mata-mata CIA

Selasa, 23 Juli 2019 - 06:20 WIB
Giliran Menlu AS Bantah...
Giliran Menlu AS Bantah 17 Orang yang Ditangkap Iran Mata-mata CIA
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo membantah klaim Iran bahwa bahwa 17 orang yang ditangkap pihak berwenang Teheran adalah mata-mata yang bekerja untuk Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika. Bantahan serupa sebelumnya juga disampaikan Presiden Donald John Trump.

Seperti diberitakan sebelumnya, Iran membuat pengumuman di media pemerintah bahwa 17 mata-mata yang bekerja untuk CIA telah ditangkap dalam kuruang waktu setahun atau hingga Maret 2019. Dari 17 orang yang ditangkap, beberapa di antaranya dijatuhi hukuman mati.

Pengumuman seperti itu tidak biasa di Iran. Namun, momentumnya telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Teheran mengeraskan posisinya dalam perselisihannya dengan kekuatan Barat.

"Rezim Iran memiliki sejarah panjang tentang kebohongan...Saya akan mengambil dengan garam yang signifikan setiap pernyataan Iran tentang tindakan yang telah mereka ambil," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel.

Pompeo menolak berkomentar tentang kasus-kasus tertentu yang berkaitan dengan warga AS yang ditahan atau pun hilang di negara para Mullah tersebut. "Ada daftar panjang orang Amerika yang sedang kami usahakan untuk pulang dari Republik Islam Iran," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (22/7/2019).

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat menyalahkan Iran atas serangkaian insiden di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting dalam perdagangan minyak yang berbatasan dengan pantai Iran. Iran membantah tuduhan itu.

Pada hari Jumat, Iran menyita kapal tanker minyak Stena Impero milik Inggris di Selat Hormuz. Teheran sebelumnya memperingatkan akan membalas setelah Inggris menyita sebuah kapal tanker minyak Grace 1 milik Iran di lepas pantai Gibraltar.

Ditanya tentang kemungkinan peran AS dalam ketegangan tersebut, Pompeo mengatakan; "Tanggung jawab...jatuh ke Inggris untuk mengurus kapal mereka."
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
54 menit yang lalu
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
1 jam yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
3 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
4 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
5 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved