Iran Tawarkan Kesepakatan Nuklir kepada AS

Jum'at, 19 Juli 2019 - 06:25 WIB
Iran Tawarkan Kesepakatan...
Iran Tawarkan Kesepakatan Nuklir kepada AS
A A A
NEW YORK - Iran menawarkan kesepakatan kepada Amerika Serikat (AS) di mana Teheran akan secara formal dan permanen menerima peningkatan inspeksi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan permanen sanksi.

Tawaran itu dibuat oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam kunjungannya ke New York. Namun tawaran itu kemungkinan tidak akan diterima oleh pemerintahan Trump, yang menuntut Iran membuat berbagai konsesi termasuk penghentian pengayaan uranium dan dukungan untuk proksi serta sekutunya di wilayah Timur Tengah.

Meski begitu, Zarif bersikeras bahwa tawarannya adalah sebuah langkah besar.

“Ini bukan tentang op foto. Kami tertarik pada substansi, ”katanya kepada wartawan di misi Iran ke PBB di New York.

"Ada langkah besar lainnya yang bisa dilakukan," imbuhnya.

"Jika mereka (pemerintahan Trump) meletakkan uang mereka di mana mulut mereka, mereka akan melakukannya. Mereka tidak perlu op foto. Mereka tidak membutuhkan dokumen dua halaman dengan tanda tangan besar," tegasnya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (19/7/2019).

Iran telah menghadapi pengetatan embargo minyak yang didorong oleh AS dan sanksi perbankan yang parah sejak Mei tahun lalu, ketika Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir multilateral 2015 dengan Iran yang dikenal sebagai Program Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Zarif mencatat bahwa di bawah JCPOA pada tahun 2023 parlemen Iran harus meratifikasi Protokol Tambahan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebuah perjanjian yang memungkinkan inspektur badan pengawas atom internasional itu mempunyai akses yang luas di Iran guna memastikan negara itu tidak memiliki program senjata nuklir rahasia. Sebagai bagian dari JCPOA, Iran telah mematuhi Protokol Tambahan. Ratifikasi oleh Majelis, parlemen Iran, akan membuatnya menjadi komitmen yang lebih permanen.

Pada saat yang sama, di bawah JCPOA, Kongres AS akan mencabut sanksi terhadap Iran.

Zarif mengusulkan agar Iran dan AS segera mengambil langkah-langkah itu.

"Jika Trump menginginkan lebih banyak, kami dapat meratifikasi Protokol Tambahan dan ia dapat mencabut sanksi yang ia tetapkan," kata Zarif.

"Dia mengatakan bahwa dia akan mengambil tindakan apa pun ke Kongres - tidak masalah. Angkat sanksi dan Anda akan memiliki Protokol Tambahan lebih cepat dari 2023," sambungnya.

Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi proposal Zarif, tetapi posisi resminya adalah Iran harus memenuhi daftar 12 kondisi yang luas, termasuk membatasi keterlibatan dalam konflik regional guna mendapatkan bantuan sanksi. Iran telah menolak tuntutan itu.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
Rouhani Sebut Iran Dapat...
Rouhani Sebut Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga 90%
Iran Tolak Pertemuan...
Iran Tolak Pertemuan dengan AS di Wina
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
11 menit yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved