Iran Mengaku Selamatkan Sebuah Kapal Tanker Asing

Rabu, 17 Juli 2019 - 23:38 WIB
Iran Mengaku Selamatkan...
Iran Mengaku Selamatkan Sebuah Kapal Tanker Asing
A A A
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pasukan negara itu telah membantu sebuah kapal tanker asing yang mengalami kegagalan teknis. Pernyataan itu muncul ditengah pertanyaan tentang keberadaan sebuah kapal berbendera Panama yang melintasi Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan, Angkatan Laut Iran menawarkan bantuan kepada sebuah kapal tanker asing yang mengalami kegagalan teknis di perairan teritorialnya.

"Berdasarkan peraturan internasional, setelah menerima permintaan bantuan mereka, pasukan Iran pergi ke lokasi dan kapal tanker asing ditarik oleh kapal penarik darurat menuju perairan Iran untuk proses perbaikan," terang Mousavi seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (17/7/2019).

Namun Mousavi tidak menyebutkan nama kapal tanker itu dan tidak menjelaskan lebih jauh.

Sebelumnya dilaporkan sebuah kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA), Riah, yang berbendera Panama hilang saat menyeberang ke perairan Iran pada 14 Juli. Menurut TankerTrackers, layanan pelacakan pengiriman minyak online, pada saat itu sistem identifikasi otomatis kapal berhenti mengirim sinyal. Posisi terakhir Riah diketahui berada di lepas pantai Pulau Qeshm di Selat Hormuz.

Mengutip database pengiriman Equasis, TankerTrackers mengatakan kapal itu dimiliki oleh Prime Tankers LLC dari UEA. Seorang pejabat UEA, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa kapal tanker itu bukan milik atau dioperasikan oleh negara itu.

"Kapal itu tidak membawa personil Emirat, dan tidak mengeluarkan panggilan darurat," kata pejabat itu kepada kantor berita AFP.

"Kami sedang memantau situasi dengan mitra internasional kami," imbuhnya.

Ranjith Raja, dari perusahaan data Refinitiv, mengatakan kepada The Associated Press bahwa kapal tanker itu tidak mematikan pelacakan dalam tiga bulan perjalanan di sekitar UEA. "Itu bendera merah," kata Raja.

Baca juga: Kapal Tanker Minyak UEA Hilang di Selat Hormuz

Seorang pejabat pertahanan AS, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada AP bahwa pasukan Iran mungkin telah merebut kapal 58 meter itu.

"Kami tentu memiliki kecurigaan bahwa itu diambil," kata pejabat itu.

"Mungkinkah kapal itu rusak atau ditarik untuk bantuan? Itu kemungkinan. Tapi semakin lama ada periode tanpa kontak itu akan menjadi perhatian," imbuhnya.

Baca juga: AS Curiga Iran Tangkap Kapal Tanker UEA

Pertanyaan mengenai nasib Riah muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington mengenai program nuklir Teheran dan perselisihan antara Iran dan Inggris sehubungan dengan perebutan kapal tanker minyak Iran oleh seorang Marinir Kerajaan Inggris pada Juli lalu.

Iran sebelumnya telah mengancam akan menghentikan kapal tanker minyak yang melewati selat, mulut sempit Teluk Persia yang dilalui oleh 20% dari semua minyak mentah, jika tidak dapat menjual minyaknya sendiri di luar negeri.

Sebelumnya ketegangan di Timur Tengah membuncah setelah AS mengirim ribuan pasukan tambahan, pembom berkemampuan nuklir B-52, dan jet tempur canggih ke Timur Tengah. AS beralasan pengerahan militernya guna mencegah apa yang disebutnya sebagai serangan dari Iran.

Serangan misterius pada tanker minyak dan ditembak jatuhnya pesawat pengintai militer AS oleh Iran telah menambah kekhawatiran pecahnya konflik bersenjata.
(ian)
Berita Terkait
Perayaan Hari Nasional...
Perayaan Hari Nasional ke-52 Uni Emirat Arab di Jakarta
Iran Serang Situs Minyak...
Iran Serang Situs Minyak Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Besar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Jadi Sekutu Israel,...
Jadi Sekutu Israel, Uni Emirat Arab Diam-diam Serang Iran
Drone Canggih Mata Langit...
Drone Canggih Mata Langit Ditembak Jatuh Iran, Uni Emirat Arab Pasrah
Putin akan Kunjungi...
Putin akan Kunjungi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Bahas Isu Timur Tengah
Berita Terkini
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
35 menit yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
2 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
3 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
3 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved