Kandidat PM Inggris Boris Johnson Tak Sudi Dukung AS Gempur Iran

Selasa, 16 Juli 2019 - 09:33 WIB
Kandidat PM Inggris...
Kandidat PM Inggris Boris Johnson Tak Sudi Dukung AS Gempur Iran
A A A
LONDON - Boris Johnson, kandidat utama untuk perdana menteri (PM) Inggris pengganti Theresa May, mengaku tidak akan mendukung Amerika Serikat (AS) jika mengambil tindakan militer terhadap Iran.

"Apabila saya akan menjadi perdana menteri sekarang, akankah saya mendukung aksi militer melawan Iran? Maka jawabannya adalah tidak," kata Johnson dalam debat kepemimpinan dengan pesaingnya Jeremy Hunt yang saat ini menjabat sebagai menteri luar negeri.

Ketegangan AS-Iran telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump memutuskan pada tahun lalu untuk menarik Washington dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Kesepakatan antara Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) itu memerintahkan Iran mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional yang sudah menghancurkan ekonomi Teheran.

Hunt mengatakan dia tidak berpikir Amerika Serikat mencari perang dengan Iran, atau Teheran mencari perang dengan Washington.

"Risiko yang kita miliki adalah sesuatu yang berbeda, yang merupakan perang yang tidak disengaja, karena sesuatu terjadi dalam situasi yang sangat tegang dan bergejolak," kata Hunt.

Negara-negara Eropa yang meneken kesepakatan nuklir Iran 2015 masih berusaha menyelamatkan pakta tersebut yang diambang runtuh akibat tindakan sepihak AS.

Sebanyak 28 menteri luar negeri Uni Eropa bersikeras bahwa tindakan Iran baru-baru ini yang memperkaya uranium melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh kesepakatan tersebut adalah tindakan yang disesalkan. Namun, tindakan itu dianggap tidak serta merta sebagai pelanggaran mutlak terhadap kesepakatan nuklir 2015.

"Kami mencatat bahwa secara teknis semua langkah yang telah diambil, dan bahwa kami menyesalkan. Jadi kami berharap dan kami mengundang Iran untuk membalikkan langkah-langkah itu," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, seperti dikutip ABC, Selasa (16/7/2019).

"Penyimpangan tidak cukup signifikan untuk berpikir bahwa Iran telah secara definitif melanggar perjanjian," ujar Menteri Luar Negeri Spanyol Josep Borrell, yang bersiap menggantikan Mogherini pada musim gugur ini.

Uni Eropa saat ini memiliki beberapa langkah langsung untuk mengimbangi sanksi ekonomi AS terhadap Teheran yang telah melumpuhkan ekonomi negara itu.

Blok Eropa itu juga menghadapi ancaman AS, yakni penargetan terhadap perusahaan-perusahaan Uni Eropa yang berusaha berdagang dengan Iran.

Sementara itu, China mengatakan bahwa tekanan AS adalah penyebab utama perkembangan terakhir dari nasib kesepakatan nuklri Iran 2015. Beijing menyerukan pemerintah Trump untuk turun tangan.

"Lebih baik bagi orang yang membuat masalah untuk memperbaikinya," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Trump Peringatkan Iran...
Trump Peringatkan Iran Jangan Main-main dengan AS!
Berita Terkini
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
11 menit yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved