Kedutaan AS di Baghdad Dituding Jadi Markas Besar Mossad dan ISIS

Senin, 15 Juli 2019 - 10:16 WIB
Kedutaan AS di Baghdad...
Kedutaan AS di Baghdad Dituding Jadi Markas Besar Mossad dan ISIS
A A A
BAGHDAD - Anggota parlemen senior Parlemen Irak Hassan Salem mengeluarkan peringatan tentang kegiatan mencurigakan Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Baghdad. Dia mengatakan keduataan itu menampung agen-agen Mossad (intelijen Israel) dan ISIS.

"Kedutaan Besar AS di Baghdad telah berubah menjadi pusat bagi Mossad Israel dan teroris ISIS," katanya. "Kedutaan itu mencampuri urusan dalam negeri negara (Irak) dengan memata-matai, menyebarkan desas-desus dan plot-plot hatching."

Anggota Parlemen tersebut selanjutnya mengklaim bahwa kedutaan tersebut harus ditutup karena ilegalitasnya. "Pelanggaran Kedutaan AS terhadap undang-undang dan melupakan tanggung jawabnya berdasarkan hukum internasional berarti bahwa pusat itu tidak bisa disebut kedutaan dan oleh karena itu, penutupannya secara hukum diperlukan," kata Salem, dikutip Mehr News, Senin (15/7/2019).

Salem sebelumnya menuduh AS memberikan perlindungan kepada teroris. Pada bulan Februari, dia mengatakan bahwa Amerika memiliki pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dalam perawatan mereka di gurun barat provinsi Anbar.

"Al-Baghdadi menggunakan gurun Anbar sebagai tempat yang aman, sementara pasukan AS memberinya semua sarana dukungan dari stasiun mereka di pangkalan militer Ain Al-Assad di provinsi Anbar," kata Salem.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa dukungan untuk ISIS berasal dari ketakutan Washington terhadap rancangan undang-undang tentang pengusiran pasukan asing dari Irak, yang akan disahkan oleh para anggota parlemen baru Irak.

Ini bukan klaim pertama yang berkaitan dengan afiliasi AS-Israel yang keluar dari Baghdad. Abbas al-Ardawi, mantan anggota Parlemen Irak di Komisi Urusan Politik, mengatakan bahwa kedutaan AS melakukan perilaku yang mencurigakan, yakni menjadi ruang operasi untuk merencanakan tindakan dengan Israel di Irak.

Dia lebih lanjut mengklaim bahwa pemerintah AS memberikan tekanan pada Baghdad dan memperpanjang penempatan pasukannya di Irak.

Pakar keamanan Irak Hafez Al-e Basharah mengklaim bahwa AS berniat untuk meningkatkan kehadirannya di Irak, karena ada laporan meningkatnya perlawanan di pangkalan Amerika.

Basharah mengklaim bahwa pangkalan tersebut terdapat banyak agen Israel. Dia juga menuduh agen-agen ISIS disembunyikan pangkalan tersebut.

Pemerintah Baghdad belum mengonfirmasi tuduhan dari anggota Parlemen tersebut. Pemerintah AS dan Israel juga belum berkomentar.
(mas)
Berita Terkait
Balas Dendam, Rudal-rudal...
Balas Dendam, Rudal-rudal Iran Serang ISIS di Suriah dan Markas Mossad di Irak
Iran Merudal Markas...
Iran Merudal Markas Mossad di Irak, Israel Bungkam, AS Kesal
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Pasukan Pimpinan AS...
Pasukan Pimpinan AS Akhiri Misi Tempur di Irak
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
19 menit yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
54 menit yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
1 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
2 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
2 jam yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved