S-400 Tiba di Turki: Pentagon Bungkam, Kongres AS Meradang

Sabtu, 13 Juli 2019 - 15:29 WIB
S-400 Tiba di Turki:...
S-400 Tiba di Turki: Pentagon Bungkam, Kongres AS Meradang
A A A
WASHINGTON - Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) agar Ankara dijatuhkan sanksi pasca merilis foto tibanya sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Sementara itu, Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS tetap diam.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Eliot Engel dan legislator asal Partai Republik Michael McCaul bereaksi terhadap kedatangan rudal S-400 Rusia. Mereka menyatakan Turki dan presidennya, Recep Tayyep Erdogan, harus menghadapi konsekuensi yang berat.

“Presiden Erdogan diberi pilihan yang sangat jelas. Sayangnya, ia jelas-jelas membuat kesalahan. Bahwa sekutu NATO akan memilih untuk memihak Rusia dan Vladimir Putin atas aliansi dan kerja sama yang lebih erat dengan Amerika Serikat sulit dipahami," kata keduanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (13/7/2019).

Mereka menuntut pemerintahan Trump untuk mengakhiri partisipasi Turki dalam program jet tempur siluman F-35. Mereka juga menutut dijatuhkannya sanksi kepada individu-individu Turki yang melakukan bisnis dengan sektor pertahanan Rusia, sebagaimana disyaratkan oleh hukum.

Di bawah Undang-undang Melawan Musuh AS Melalui Sanksi (CAATSA), yang disahkan pada 2017, AS harus menghukum negara yang membeli sistem senjata dari Rusia.

Permohonan kedua legislator itu tampaknya tidak menimbulkan reaksi yang diharapkan dari Pentagon atau Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri AS. Departemen Pertahanan AS hanya mengkonfirmasi bahwa subjek S-400 muncul dalam percakapan 30 menit antara Penjabat Menteri Pertahanan Mark Esper dan mitranya dari Turki, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pentagon juga tidak melakukan pernyataan di depan kamera untuk sementara waktu.

Sebelumnya, Washington kerap mengancam akan "mengusir" Ankara dari program jet tempur F-35 jika masih bersikukuh memboyong sistem rudal S-400 dari Rusia. AS juga mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Turki.

Namun, menanggapi ancaman AS, Turki mengatakan dengan "mengusirnya" dari program jet tempur F-35 akan bertentangan dengan ketentuan kesepakatan produksi pesawat tempur generasi kelima itu. Turki adalah bagian dari konsorsium multinasional yang mengembangkan dan memproduksi suku cadang untuk jet Lockheed Martin, dan diperkirakan akan membeli 100 di antaranya. "Mengusirnya" dari program itu dapat berdampak negatif pada produksi dan selanjutnya meningkatkan biaya mesin perang yang sudah terlalu mahal.

Washington khawatir bahwa S-400 dapat mengungkap 'rahasia' F-35 ke Moskow dan menjadikan jet tempur siluman itu rentan terhadap serangan Rusia.
(ian)
Berita Terkait
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Menlu AS Desak Turki...
Menlu AS Desak Turki Buang S-400 Rusia
Disuruh Buang S-400...
Disuruh Buang S-400 Rusia, Ini Jawaban Turki
AS Nilai Keberadaan...
AS Nilai Keberadaan S-400 Rusia Ganggu Hubungan dengan Turki
Moskow Larang Turki...
Moskow Larang Turki Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS
AS Bersiap Sanksi Turki...
AS Bersiap Sanksi Turki Atas Pembelian S-400 Rusia
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
50 menit yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
1 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
2 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
3 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
5 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved